TULISAN masihwan

tanggon kosala ini adalah saksi bagi awal baktimu

Pidato Lengkap SBY Tanggapi Paripurna DPR Soal Century

Sesuai janjinya, Presiden SBY menyampaikan tanggapan atas hasil paripurna DPR terkait kasus Bank Century. Presiden SBY menyampaikan pidatonya dengan tegas, menjelaskan keputusan bailout Century hingga menanggapi hasil Pansus DPR.

Presiden SBY memulai pidatonya pukul 20.00 WIB, Kamis (4/3/2010) di Istana

Merdeka, Jakarta Pusat. Presiden SBY menyelesaikan pidatonya dalam waktu 35 menit. Turut hadir dalam acara penyampaian pidato SBY itu, antara lain Wapres Boediono, Ibu Ani Yudhoyono dan seluruh Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.

Berikut pidato SBY selengkapnya:

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam sejahtera bagi kita semua

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang saya cintai dan saya banggakan

Malam ini izinkan saya untuk kembali hadir di hadapan seluruh rakyat Indonesia. Kemarin malam kita semua sudah mendengar hasil akhir dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia terkait telah selesainya pelaksanaan Hak Angket Bank Century.

Sehubungan dengan itu saya memutuskan untuk berbicara langsung kepada seluruh rakyat Indonesia selaku pemilik utama kedaulatan di negeri ini. Ketika DPR sudah memutuskan hasil hak angket tersebut, pada tempatnyalah saya baik selaku Kepala Negara maupun dalam kapasitas saya selaku Kepala Pemerintahan menyampaikan pandangan atas persoalan Bank Century.

Saya sangat menghormati proses politik yang telah berjalan di DPR. Saya mengikuti dengan cermat semua dinamika yang terjadi di dalam maupun di luar Gedung DPR. Apa pun pandangan kita mengenai dinamika itu, saya memiliki pandangan yang kuat bahwa semua proses politik yang demokratis jauh dari kekerasan, beretika dan bermartabat haruslah kita tumbuhkan untuk menghasilkan keputusan yang membawa manfaat bagi bagian terbanyak dari rakyat Indonesia.

Malam ini saya berdiri di sini pertama-tama untuk memberikan tanggapan kepada seluruh proses dan hasil keputusan di tingkat Pansus maupun DPR. Kita perlu mencermati dengan seksama proses itu dan melihatnya sebagai bagian dari perkembangan, pertumbuhan dan pembelajaran demokrasi, yang kian hari kian dituntut untuk memenuhi tidak saja prinsip-prinsip rule of law, namun juga rule of reason. Yaitu, demokrasi berdasarkan hukum dan akal sehat. Yaitu demokrasi yang tidak saja merayakan kebebasan dan kemerdekaan, namun demokrasi yang juga menghormati hukum dan ketertiban. Dengan kata lain, sesungguhnya kita menghendaki tumbuhnya sebuah demokrasi yang lebih sejati, lebih bermakna dan lebih bermartabat sebagaimana yang kita cita-citakan melalui gerakan reformasi sejak 1998.

Saya percaya karena pengalaman kita yang pahit di masa lampau, kita tidak ingin gagal dalam bersama-sama membangun demokrasi yang seperti itu. Tanah air kita tidak boleh, sekali lagi tidak boleh, jadi ajang konflik-konflik sosial-politik yang akhirnya meledakkan kekerasan. Demokrasi bukanlah pameran adu kekuatan, baik kekuatan
senjata, massa, ataupun harta.

Saudara-saudara

Saya berkewajiban menyampaikan pandangan tidak saja untuk mengajak seluruh rakyat Indonesia melihat masalah ini dengan utuh, jernih, dan objektif, namun juga sebagai bagian dari ikhtiar membangun tradisi demokrasi dan berpemerintahan yang bersih dan baik yang kesemuanya ditujukan untuk menghadirkan kesejahteraan dan keadilan yang sejati.

Dalam konteks seperti itulah, pidato ini saya sampaikan. Kita ingin semua pandangan yang beragam, baik yang pro maupun yang kontra, dapat diletakkan dalam argumentasi yang tidak saja berdasarkan fakta, namun juga sepenuhnya disandarkan kepada tanggung jawab untuk mengungkap kebenaran dan keadilan yang sejati di hadapan rakyat Indonesia. Adalah tugas dan kewajiban saya untuk memberikan pandangan bahwa yang benar harus kita katakan benar dan yang salah harus kita katakan salah, Yang benar harus mendapatkan apresiasi yang salah wajib menerima sanksi.

Saudara-saudara

Berangkat dari niat untuk mencari kebenaran yang utuh dan hakiki itulah, saya menyambut baik dan mendorong dilakukannya penyelidikan yang setuntas-tuntasnya atas kebijakan penyelamatan Bank Century. Apalagi ketika itu berkembang pandangan yang didasarkan kepada syak wasangka bahwa terdapat aliran dana Century kepada sejumlah orang dan atau organisasi tertentu yang tentu saja hal itu tidak boleh terjadi. Karenanya tanpa ada keraguan sedikitpun, saya mendorong agar penyelidikan terhadap penyelamatan Bank Century dilakukan secara transparan. Saya berkeyakinan bahwa dengan membuat penyelidikan Century terang benderang di depan publik, rakyat Indonesia akan melihat kebenaran yang seutuhnya.

Kebutuhan untuk membuat kebenaran itu terbuka di depan publik adalah sesuatu yang maha penting. Tidak saja untuk membela mereka yang memiliki integritas dan kredibilitas, tidak hanya demi sebuah reputasi pribadi maupun politik, namun di atas semua itu: “untuk kebenaran itu sendiri”. Kebenaran memiliki hakikatnya sendiri yang tidak pernah berubah hanya karena definisi atau tafsir politik.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air

Saya bersyukur dengan kerja Panitia Angket DPR, kebenaran sejati itu telah terungkap. Berdasarkan keterangan resmi lembaga negara yang berwenang, termasuk Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Bank Indonesia yang disampaikan di depan sidang-sidang Panitia Angket, jelas-jelas ditegaskan bahwa tuduhan adanya penyertaan modal sementara kepada Bank Century telah disalahgunakan untuk menyokong tim kampanye pasangan Capres-cawapres tertentu “nyata-nyata tidak terbukti” dan memang tidak pernah ada.

Hasil penyelidikan itu juga mengenyampingkan semua tuduhan bahwa seolah penyelamatan Bank Century merupakan kedok semata untuk mengalirkan uang kepada Partai Politik tertentu dan sejumlah nama lainnya. Semua itu juga ‘nyata-nyata tidak terbukti’ dan memang tidak pernah ada. Hal ini perlu dinyatakan secara tegas dan nyaring, agar tidak siapa pun dari kita, apa pun latar belakang politik dan asal partainya, boleh dibiarkan mendapatkan penistaan karena nama baiknya dicemarkan secara sewenang-wenang dengan maksud dan niat politik yang buruk, yaitu merusakkan reputasi diri, keluarga, dan institusinya.

Penegasan ini sangatlah penting untuk dinyatakan secara terang-benderang agar pada akhirnya rakyat dapat membedakan secara jelas mana yang fakta dan mana yang fiksi, mana yang benar dan mana yang bathil.

Ke depan, kita harus menghentikan praktik-praktik buruk yang penuh prasangka jahat demikian. Kehidupan bermasyarakat dan berbangsa memerlukan pertalian sosial yang merupakan modal untuk kerja bersama di segala bidang. Modal sosial itu kuat apabila kita membangun sikap saling percaya mempercayai dan sikap saling hormat menghormati. Modal sosial itu melemah apabila kita hidup dengan dasar saling mencurigai, apalagi saling memfitnah.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air

Saya menyadari menjelaskan persoalan Bank Century ini bukanlah persoalan yang mudah.

Pertama, karena di dalam persoalan itu terdapat segi-segi teknis perbankan yang merupakan bidang yang masih asing bagi kebanyakan kita.

Kedua, karena kita tidak dapat sepenuhnya kembali merasakan suasana menjelang akhir tahun 2008 ketika kasus Bank Century itu muncul ke permukaan. Sekarang ini perekonomian Indonesia jauh dari ancaman krisis seperti yang terjadi waktu itu. Bahkan banyak di antara kita yang sekarang lupa bahwa di waktu itu pernah ada ancaman krisis global yang serius.

Oleh sebab itu, dalam kesempatan yang sangat penting ini saya ingin mengingatkan bahwa kebijakan penyelamatan Bank Century adalah kebijakan yang diambil dalam masa sulit di tengah-tengah puncak krisis ekonomi yang melanda dunia di akhir tahun 2008. Pastilah berbeda pengambilan keputusan di masa normal dibandingkan pengambilan keputusan di masa krisis. Kita semua memahami bahwa dalam kondisi krisis, setiap keputusan yang diambil pastilah sulit. Dalam masa krisis, informasi tidak selalu lengkap, bahkan amat sering terus berubah dan bergerak. Pilihan-pilihan yang tersedia juga tidak selalu mudah. Namun, pilihan dan keputusan harus diambil agar situasi tidak semakin memburuk.

Kondisi yang gawat ketika itu mempunyai indikator-indikatior yang jelas. Harga saham anjlok 50 persen. Rupiah mengalami depresiasi 30% lebih menjadi Rp 12.100 untuk satu dollar Amerika Serikat, angka yang terendah sejak krisis di tahun 1997 dan 1998. Cadangan devisa turun 12% menjadi sekitar US$ 50 miliar.

Lebih jauh, pemberitaan media cetak dan elektronik waktu itu menggambarkan bagaimana seluruh dunia merasakan hantaman gelombang tsunami ekonomi itu. Tidak mengherankan apabila di bulan November 2008, para anggota DPR – di antaranya ada yang duduk kembali dalam Dewan yang sekarang – menyuarakan kecemasan mereka terhadap ancaman krisis global. Sesuai dengan harapan para anggota Dewan ketika itu, Pemerintah Indonesia mengambil langkah-langkah yang cepat dan strategis. Di antaranya dengan menerbitkan tiga Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- undang (Perpu) untuk menghadapi krisis. Sesuai dengan UUD 1945, penerbitan Perpu adalah karena adanya ‘kegentingan yang memaksa’.

Alhamdulillah DPR-pun sependapat dengan pemerintah. Ini tercermin dengan sikap DPR untuk menyetujui Perpu perbaikan peraturan di bidang keuangan dan perbankan. Itu maknanya DPR-pun mengakui adanya krisis, adanya kegentingan, yang tentunya memerlukan pengambilan keputusan di masa krisis, bukan pengambilan keputusan di masa normal-normal saja.

Adanya persepsi yang sama antara DPR dan Pemerintah itulah yang sekarang dilupakan. Sekarang, sepertinya sebab-sebab yang melatar-belakangi tindakan terhadap Bank Century menjadi kabur.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air

Sayang sekali bahwa dalam proses perdebatan yang berlangsung selama bekerjanya Panitia Hak Angket, sering dilupakan detik-detik sulit ketika keputusan penyelamatan Bank Century dilakukan. Sering dilupakan pula bahwa tanah air kita beruntung, karena Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) telah terbentuk yang dipimpin oleh Dr. Sri Mulyani Indrawati dan Prof. Dr. Boediono, dua putra bangsa, yang rekam-jejaknya tidak sedikit pun meninggal- kan catatan buruk terkait dengan kompetensi, kredibiltas, dan integritas pribadinya.

Pada saat keputusan tentang penyelamatan Bank Century ditetapkan, saya sendiri pada waktu yang sama sedang menjalankan tugas kenegaraan di luar negeri, yaitu menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G-20 di Amerika Serikat, serta APEC Summit di Peru. Dua pertemuan itu sangat penting, karena para pemimpin dunia bertemu, termasuk Indonesia, untuk bersama-sama mengatasi krisis perekonomian global yang mencemaskan itu.

Dari informasi serta keterangan yang kemudian kita ketahui bersama, keputusan penyelamatan Bank Century adalah pilihan terbaik yang ada pada saat itu. Pilihan yang tersisa hanya ada dua: menutup Bank Century atau menyelamatkannya. KSSK melalui rapat maraton beberapa hari sebelumnya hingga yang terakhir di tengah malam hingga dini hari pada tanggal 21 November 2008, akhirnya memutuskan untuk menyelamatkan Bank Century. Maka dikucurkanlah dana penyertaan modal sementara yang berjumlah Rp 6,7 triliun.

Perlu kita ingat kembali, hari-hari itu situasi Jakarta penuh dengan rumor dan spekulasi mengenai bakal terjadinya krisis berantai di bidang perbankan. Pengalaman di banyak negara, termasuk di Indonesia sendiri tahun 1998, terjadinya krisis kepercayaan yang
bergerak cepat dan meluas terhadap kesehatan perbankan dapat benar-benar menjadi pemicu krisis yang sesungguhnya.

Sekali lagi di saat pengambilan keputusan itu saya sedang berada di luar negeri. Saya memang tidak dimintai keputusan dan arahan. Saya juga tidak memberikan instruksi atas pengambilan kebijakan tentang ihwal itu – antara lain karena pengambilan keputusan KSSK berdasarkan Perpu Nomor 4 Tahun 2008, memang tidak memerlukan keterlibatan Presiden. Meskipun demikian, saya dapat memahami mengapa keputusan penyelamatan itu dilakukan. Tidak cukup hanya memahami, saya pun membenarkan kebijakan penyelamatan Bank Century tersebut.

Dengan keyakinan yang kuat bahwa krisis benar-benar terjadi, saya percaya bahwa siapapun yang berkewajiban mengambil keputusan pada saat itu pasti akan melakukan hal yang sama. Siapa saja berkewajiban untuk memadamkan sekecil apa pun api yang dapat jadi pemicu kebakaran yang akan melumpuhkan dunia perbankan. Dan kita tahu sekarang ini dunia perbankan bukanlah hanya milik para bankir. Dunia perbankan berkaitan erat dengan kehidupan sosial ekonomi rakyat, seperti pedagang kecil, petani, pegawai, bahkan pensiunan, penata-laksana rumah tangga, dan mahasiswa.

Oleh karena itu, atas kebijakan yang diperlukan untuk menyelamatkan tidak hanya Bank Century, namun penyelamatan sistem perbankan nasional, bahkan menyelamatkan perekonomian nasional dari krisis ekonomi global, saya tanpa ragu sedikitpun menegaskan bahwa kebijakan menyelamatkan Bank Century dapat dipertanggungjawabkan. Sebagai pemimpin negara, saya berkewajiban menghindarkan perekonomian nasional dari krisis baru yang berbahaya sebagaimana pernah terjadi di tahun 1997-1998.

Untuk mencegah berulangnya pengalaman buruk lebih dari sepuluh tahun lalu itu pada akhir Oktober 2008, saya telah memberikan arahan dan direktif untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia dari krisis global sambil memelihara pertumbuhan ekonomi. Alhamdulillah, berkat kebersamaan dan kerja keras kita, kedua sasaran itu dapat kita capai.

Di samping itu, guna melindungi kehidupan rakyat kita, terutama masyarakat miskin atau berpenghasilan rendah, selaku Presiden saya juga menginstruksikan dan menjalankan tujuh prioritas pengelolaan ekonomi di kala krisis, yaitu mengatasi dan mencegah bertambahnya pengangguran, menjaga pergerakan sektor riil, mencegah kenaikan harga-harga atau inflasi, menjaga daya beli masyarakat, terus membantu dan melindungi rakyat miskin, menjaga ketersediaan dan keterjangkauan komoditas pangan dan energi, serta berupaya sekuat tenaga untuk tetap menjaga agar ekonomi kita tetap tumbuh.

Dalam kaitan ini semua, kebijakan terhadap Bank Century sesungguhnya kita letakkan sebagai bagian dari upaya menyelamatkan perekonomian kita dari krisis.

Saudara-saudara

Yang sering tidak dibahas secara utuh adalah: jikalaupun saat itu Bank Century diputuskan untuk ditutup, maka berdasarkan informasi pada saat itu dana yang harus disediakan adalah Rp 4,9 triliun. Dana sebesar itu adalah perkiraan minimal, karena digunakan hanya untuk mengembalikan dana kepada nasabah yang simpanannya hingga Rp 2 miliar. Itulah jumlah simpanan maksimal yang dijamin pemerintah.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air

Adalah sangat penting untuk kita ketahui bahwa sejak awal kebijakan untuk menyelamatkan Bank Century di akhir 2008, sepenuhnya dilakukan dengan maksud baik, dengan niat baik, serta dengan tujuan yang baik pula. Semua langkah kebijakan terkait dengan Bank Century dilakukan dengan mempertimbangkan semua opsi yang tersedia, diputuskan dengan cepat dan tepat tanpa sedikitpun mengabaikan prinsip kehati-hatian.

Atas dasar pengalaman penanganan krisis ekonomi tahun 1997-1998, apa yang dilakukan pemerintah dapat dijelaskan sebagai berikut :

Pertama, protokol proses penanganan krisis di tahun 2008 lebih jelas dengan menggunakan dasar hukum Perpu Nomor 4 tahun 2008. Ini sebuah kemajuan, karena pada krisis tahun 1998, kita tidak punya dasar hukum yang jelas untuk penanganan krisis ekonomi.

Kedua, proses pengambilan keputusan di tahun 2008 jauh lebih terbuka dan akuntabel dibandingkan pengambilan keputusan di tahun 1998. Dokumentasi risalah rapat KSSK dibuat jauh lebih rapi. Bahkan rapat pengambilan keputusan itu direkam dengan video gambar serta suara.

Ketiga, penanganan krisis di tahun 2008 dilakukan secara mandiri dibandingkan dengan tahun 1998 yang sangat melibatkan IMF.

Keempat, sumber dana talangan di tahun 1998 sepenuhnya merupakan keuangan negara dari Bank Indonesia. Ini kita perbaiki. Di tahun 2008 sudah terbangun sistem di mana industri perbankan dapat menyelamatkan sendiri suatu bank yang bermasalah. Caranya melalui Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS). Mayoritas dana LPS berasal dari premi penjaminan yang dikumpulkan bank-bank itu sendiri.

Kelima, dengan sistem itu, dana Rp 6,7 triliun penyelamatan Bank Century di tahun 2008 belum dapat dikatakan sebagai kerugian Negara. Uang sebesar itu adalah investasi atau penyertaan modal sementara yang diharapkan kelak dapat dikembalikan.

Ini juga koreksi atas kebijakan tahun 1998. Di waktu itu dana penanganan krisis perbankan sebesar Rp 656 triliun nyata-nyata berasal dari keuangan negara dan yang berhasil kembali hanya sebesar 27%. Dengan angka yang saya sebutkan tadi, dapat dilihat bahwa biaya krisis 1998 membebani Anggaran Negara hingga Rp 656 triliun – sebuah angka raksasa jika dibandingkan dengan penyertaan modal sementara Lembaga Penjamin Simpanan pada Bank Century yang senilai Rp 6,7 triliun.

Keenam, pengambilan keputusan di tahun 2008 membantu kita keluar dari krisis ekonomi global. Keputusan ini membuahkan pertumbuhan ekonomi positif 4,5% di tahun 2009. Prestasi pertumbuhan ini membanggakan, karena tertinggi nomor tiga di antara negara G-20 setelah Tiongkok dan India.

Ketujuh, dibandingkan dengan proses penegakan hukum BLBI yang masih menyisakan banyak masalah, termasuk pula perdebatan tak pernah henti terkait kebijakan release and discharge, langkah pemerintah di tahun 2008 adalah tindakan hukum yang sangat cepat. Robert Tantular dan para kroninya, pemilik Bank Century yang telah menipu nasabahnya, dengan segera diambil tindakan-tindakan tegas. Bahkan Robert Tantular telah ditahan, diadili, dan dipenjarakan.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air

Perlu dicatat pula bahwa hingga saat ini, pemerintah terus bekerja keras agar penyertaan modal sementara pada Bank Century dapat segera dikembalikan, bahkan sedapat mungkin menguntungkan keuangan negara. Memang benar, ada dana keluar sebesar Rp 6,7 triliun. Namun harus diingat pula bahwa dana penyelamatan yang dikeluarkan pasti lebih kecil.

Terhadap ini semua ke hadapan rakyat Indonesia saya pun memiliki perasaan yang tidak mudah. Perasaan saya sungguh bercampur aduk antara kemarahan dan kejengkelan terhadap Bank Century dengan bagaimana pun bank itu harus diselamatkan agar perbankan dan perekonomian kita selamat. Perasaan dan emosi kita sama: mengapa kita harus menyelamatkan sebuah bank yang tidak saja sejak awalnya dikelola secara ceroboh, namun juga dipimpin oleh orang-orang yang memang memiliki niat yang sangat jahat terhadap bank ini: menguasainya dan membawa lari uang para nasabahnya.

Betapapun gundahnya hati kita, pada akhirnya pemerintah tentu harus menyelamatkan perekonomian Indonesia dari dampak sistemik sebagai akibat dari gagalnya sebuah bank yang bernama Bank Century. Itulah sesungguhnya esensi yang paling utama dari tindakan penyelamatan Bank Century – sebuah keputusan yang menjadi strategis sifatnya karena elemen terpentingnya terdapat pada tujuan akhirnya, yaitu menyelamatkan perekonomian Indonesia.

Terhadap tindakan kriminal yang dilakukan oleh para pengelola Bank Century ini, sejumlah kebijakan telah diambil tindakan yang cepat dan tepat telah dilakukan. Semua aset yang dibawa lari ke luar negeri telah dibekukan. Diperkirakan nilainya triliunan Rupiah. Saya telah menginstruksikan agar seluruh pihak, termasuk Kementerian Keuangan, Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kejaksaan Agung terus bekerja lebih cepat dan profesional. Saya yakin lembaga negara lain yang terkait seperti Bank Indonesia, PPATK hingga KPK akan juga membantu upaya kita mengembalikan aset milik negara tersebut.

Salah satu arti pentingnya pengembalian aset tersebut, di samping untuk mengembalikan penyertaan modal sementara Rp 6,7 triliun, juga untuk membuka peluang pembayaran kepada nasabah PT Antaboga Sekuritas. Bagaimanapun, mereka adalah rakyat Indonesia yang harus dibantu memperoleh kembali hak-haknya sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air

Panitia Angket DPR telah menyelesaikan tugas konstitusionalnya. Kita sangat berharap bahwa semua yang diperdebatkan melalui sidang-sidangnya itu akan mendorong kita untuk terus melakukan perbaikan sistem bernegara kita, khususnya dalam menghadapi kemungkinan krisis ekonomi yang akan datang.

Selain itu, kita juga mengetahui dengan sangat jelas bahwa terdapat perbedaan pandangan dan posisi fraksi-fraksi tentang keputusan mengenai penyelamatan Bank Century. Selain semua pihak patut menghormati pandangan dan posisi itu, saya juga berpendapat bahwa perbedaan itu tidak perlu menimbulkan kerisauan yang berlebihan.

Meskipun temuan Panitia Angket adalah kesimpulan politik, dan menurut Undang- undang Nomor 6 tahun 1954 tentang Hak Angket, temuan demikian tidak dapat dijadikan alat bukti di depan pengadilan. Kesemuanya perlu ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan tetap menjunjung asas-asas supremasi hukum dan keadilan.

Namun kita pasti bersetuju bahwa manakala kebijakan penyelamatan Bank Century adalah pilihan kebijakan yang tepat dan penanggung jawab serta pengambil keputusan tersebut telah melakukannya tanpa ada benturan kepentingan ataupun niat jahat sedikitpun, termasuk suap dan korupsi, kecuali semata-mata untuk menyelamatkan perekonomian nasional, maka seharusnyalah kita tidak mempersalahkan kebijakan demikian.

Boleh jadi di masa krisis dan keadaan yang serba darurat, ketika keputusan harus diambil dengan sangat cepat, ada masalah-masalah teknis yang mungkin terlewatkan. Namun tidak berarti kebijakannya salah dan harus dipidanakan. Sangat sulit membayangkan negara kita dapat berjalan baik dan efektif, jika setiap kebijakan yang tepat justru berujung dengan pemidanaan.

Jika pun dalam pelaksanaan kebijakan tersebut ada kesalahan dan penyimpangan sebagaimana yang ditemukan oleh Panitia Angket Bank Century, kita harus pastikan siapa yang bertanggung jawab terhadap kesalahan dan penyimpangan itu. Kita pun mesti mengetahui apakah kesalahan itu bersifat administratif atau sebuah pelanggaran hukum. Dengan demikian koreksi dan sanksinya menjadi lebih tepat dan adil. Dengan sikap yang positif, pada saatnya saya akan mempelajari apa yang disampaikan oleh DPR RI untuk tindak lanjut berikutnya.

Perlu saya tegaskan di sini Pemerintah yang saya pimpin akan terus menjalankan pemerintahan yang bersih. Terkait dengan kasus Bank Century ini, justru kita harus menindaklanjuti secara tuntas indikasi penyimpangan dan kejahatan oleh pihak-pihak tertentu yang nyata-nyata merugikan negara. Boleh jadi, selama ini mereka berlindung dan bersembunyi di balik hiruk-pikuk politik Bank Century.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air

Saya mengetahui bahwa seiring dengan hasil kerja Panitia Angket ini berkembang pula ide-ide mengenai ‘pemakzulan’. Saya mencermati dan mengikuti secara seksama isu itu. Saya menghargai bahwa mayoritas fraksi di DPR menolak dengan tegas kemungkinan pemakzulan itu.

Mekanisme pemakzulan memang diatur dalam UUD 1945. Tetapi kita semua paham bahwa aturan itu hanya dapat dilakukan dalam situasi yang nyata-nyata terkait dengan terlanggarnya pasal-pasal pemakzulan (impeachment articles). Sebaiknya kita sungguh memahami dan menghormati konstitusi kita dan tetap menjaga ketenangan dalam kehidupan politik kita.

Saudara-saudara

Reformasi telah menghasilkan pengaturan yang sangat jelas mengenai pergantian kepemimpinan nasional. Mekanisme pergantiannya diatur secara tertib, yakni melalui pemilihan presiden dan wakil presiden yang dilakukan secara langsung setiap lima tahun sekali. Saya mengimbau agar kita semua menghayati semangat yang terkandung dalam
konstitusi itu dengan sportivitas yang tinggi.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air

Kerja Panitia Angket telah selesai. Upaya perbaikan telah disampaikan. Pemerintah tentu akan memperhatikan dengan sangat serius masukan DPR tersebut. Kepada yang nyata-nyata bersalah dengan bukti yang tak terbantahkan, seperti pemilik dan manajemen Bank Century, langkah hukum yang tegas sebaiknya perlu terus dilakukan dan segera dituntaskan. Kepada mereka yang dalam kondisi krisis telah berjasa dalam penyelamatan perekonomian nasional kita, kita patut memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya.

Saudara-saudara

Pemerintahan yang saya pimpin akan terus memegang tanggung jawab serta mencurahkan segala upaya untuk memajukan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat di seluruh tanah air.

Atas tugas dan amanah yang tidak ringan itu, kami mengharapkan selalu dukungan dan doa dari seluruh rakyat Indonesia. Kami juga mengharapkan kontrol, kritik, dan masukan untuk kebaikan kita semua. Karenanya, terhadap DPR dan semua pihak yang dalam rentang kerja Panitia Angket telah berupaya mengungkap kebenaran, sekali lagi saya mengucapkan terima kasih.

Selanjutnya marilah kita semua menjunjung tinggi kehidupan demokrasi dan politik yang beretika dan berbudaya. Marilah kita jaga cara-cara beradab dalam berpolitik dan berdemokrasi. Kita harus memberikan sanksi sepantasnya kepada yang jahat serta tanpa ragu memberikan apresiasi kepada yang berprestasi. Hanya dengan terus bersikap bijak dan adil demikianlah bangsa kita mempunyai modal kuat untuk terus makin maju dan makin berjaya.

Akhirnya, setelah ini, marilah kita semua kembali berkonsentrasi untuk memikirkan kebutuhan rakyat yang sesungguhnya. Marilah kita terus meningkatkan upaya pembangunan agar rakyat dan bangsa Indonesia ke depan makin maju, adil dan sejahtera. Apa yang paling penting saat ini adalah memastikan bahwa semua program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat terus dapat kita lanjutkan. Bagi saya sendiri, prioritas paling utama adalah menyukseskan program-program pro-rakyat, bukan isu lain seperti koalisi partai-partai politik yang mendukung pemerintah. Koalisi dibangun dengan niat baik, kesepakatan dan etika. Manakala ada permasalahan terhadap kesepakatan dan etika, selalu tersedia solusi yang tepat dan terhormat. Saat ini tidak ada yang lebih penting dari upaya memastikan bahwa selaku pemilik kedaulatan, rakyat mendapatkan tempat yang utama dalam setiap keputusan, kebijakan, dan langkah tindakan yang saya ambil.

Kita tidak boleh menyia-nyiakan waktu paling berharga yang kita miliki untuk melanjutkan pembangunan. Selama 2009, sepanjang Pemilu Legislatif dan Pilpres, banyak para pelaku usaha, dalam dan luar negeri, mengambil sikap ‘melihat dan menunggu’, wait and see.

Mereka semua menunggu dengan harapan besar bahwa segera setelah pemerintahan baru hasil Pemilu terbentuk, sejumlah keputusan strategis dapat dibuat untuk melanjutkan apa yang tertunda. Sekarang adalah saatnya. Marilah kita semua memastikan bahwa ke depan kita dapat kembali berkonsentrasi pada bidang dan wilayah kerja kita masing- masing. Marilah kita lanjutkan pengabdian kita pada negeri ini, pada seluruh masa depan Indonesia yang lebih baik.

Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa membimbing perjalanan bangsa kita ke arah yang benar.

Wassalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh. (www.detik.com)

4 Maret 2010 Posted by | News | Tinggalkan sebuah Komentar

Acara Kesenian di Perayaan Cap Go Meh

Ribuan pengunjung memadati halaman Maha Vihara Duta Maitreya menyaksikan malam kesenian perayaan cap go meh pada Minggu (28/2) malam. Acara yang digelar setiap tahun sekali tersebut menyajikan beragam hiburan tarian dan nyanyian. Masyarakat yang datang bukan hanya dari kalangan Tionghoa saja, namun banyak juga dari kalangan umum,
berbaur menikmati acara.


Acara dipandu empat orang MC dan dimulai sekitar pukul 20.00 wib ditandai dengan kembang api yang dilesatkan ke udara. Disusul kemudian penampilan dari siswa-siswa sekolah Maytreya yang bergantian menampilkan lagu dan tarian. Hadir dalam acara tersebut walikota Batam, Ahmad Dahlan, Ketua PSMTI Batam, Eddy Hussy, dan tamu undangan lainnya. (rp)

1 Maret 2010 Posted by | News | Tinggalkan sebuah Komentar

Nikmati Wooden Baked Pizza Hanya di Harrist Resort Batam

Harris Resort Batam sebuah resort berlokasi di tepi pantai dengan jumlah kamar terbanyak saat ini yaitu 315 kamar. Dengan menyediakan para tamunya beragam fasilitas diantaranya beragam tempat pilihan untuk menyantap hidangan. Hotel ini memiliki beberapa outlet tempat makan dan
minum seperti Harris Café, pronto pizzeria restaurant, D’café, H-Grill, D’Bar, weekend BBQ serta fasilitas lainya yang sangat menarik.

Public Relations Manager Harris Resort Batam R.Diah Sadmawati mengatakan bahwa tamu yang ingin menikmati pizza, juga tersedia di Pronto Pizzeria Restaurant yang beroperasi dari jam 10.00 pagi –11.00 malam dengan menyediakan aneka hidangan khas Italia, salah satunya yang sangat terkenal di Batam adalah Wooden baked Pizza (pizza yang dimasak menggunakan tungku).

“Pizza yang sangat renyah ini dihidangkan dengan beragam topping sesuai selera tamu, dan salah satu diantaranya adalah Pizza, dengan dua pilihan topping dalam satu pan yaitu Split Pizza. Anda dapat menikmatinya di sisi kolam renang, bahkan untuk di bawa pulang,” kata Diah.

Sedangkan Harris Café, restaurant yang berlokasi di area lobby beroperasi dari jam 06:00 pagi – 11:00 malam. Dengan menyediakan hidangan khas Indonesia, Asia maupun Eropa. Di tempat ini pula para tamu yang menginap dapat menyantap hidangan sarapan dari jam 06:00 – 10:00 pagi. Serta D’café, berlokasi di salah satu sudut lobby Hotel.

“Tempat ini sangat nyaman untuk bersantai sembari menikmati secangkir kopi, teh, juice dan makanan ringan sembari bercengkerama dengan kolega, teman ataupun sembari menyelesaikan pekerjaan dengan menggunakan laptop,” Katanya dalam rilis yang diterima Erabaru FM, Senin (22/2).


Bagi anda yang ingin menikmati suasana Restaurant yang cukup romantis seperti H-Grill yang berada di sisi pantai,tersedia aneka hidangan khas Eropa, yang beroperasi jam 07.00 – 11.00 malam. Serta tersedia D’Bar, Bar yang dibuka pada jam 06.00 sore 01.00 pagi dengan menghidangkan aneka minuman alkohol maupun non alkohol, serta makanan ringan yang dapat disantap sembari menikmati hiburan live music atau menonton acara televisi melalui layar besar.

Untuk akhir pekan juga disediakan weekend BBQ yang dapat dinikmati di sisi kolam renang. Hidangan prasmanan ini menyajikan rangkaian makanan dari pembuka hingga hidangan penutup, dengan hiburan live music serta Harris staff performance.

“Harris Resort sendiri optimis aneka hidangan yang di gelar akan menambah daya tarik hotel ini bagi masyarakat.Juga masyarakat bisa mendapatkan suasana yang berbeda dari tempat yang lain,” katanya. (ar)

24 Februari 2010 Posted by | News | Tinggalkan sebuah Komentar

Workhshop Bursa Efek Indonesia Untuk Wartawan di Batam

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama-sama dengan PT. Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Persatuan Wartawan Indonesia Wilayah Kepulauan Riau (PWI Kepri) menyelenggarakan kegiatan workshop wartawan kota Batam. Menghadirkan pembicara Kepala Divisi Riset Bursa Efek
Indonesia Edison Hulu dan Kepala Divisi Pemasaran Bursa Efek Indonesia Yoyok Ishar Saya dengan tema “Update Pasar Modal Indonesia Tahun 2010″ di Novotel Hotel, Batam, Jumat (19/2).

Selain kegiatan workshop wartawan, Bursa Efek Indonesia juga menyelenggarakan berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi lainya seperti sekolah pasar modal (SPM), temu investor, forum calon investor, business gathering, investor day, dan investor summit. Kegiatan – kegiatan sosialisasi dan edukasi tersebut ditujukan kepada berbagai kelompok masyarakat seperti ibu rumah tangga, profesional, mahasiswa/pelajar serta kelompok masyarakat lainnya.

Kepala Divisi Pemasaran Bursa Efek Indonesia Yoyok Ishar Saya mengatakan bahwa pusat informasi pasar modal (PIPM) sebagai lembaga Nonprofit motif organitation bursa efek Indonesia yang memberikan publikasi dengan banyak peserta seperti mahasiswa, ibu rumah tangga, calon investor, masyarakat umum dan wartawan.

“Selain workshop yang diselenggarakan akan memaintanence suatu investor klub yang saat sekarang sudah aksis akan menjadi sinergi bagi kami untuk kemajuan pasar modal di Indonesia pada umumnya dan Bursa Efek Indonesia khususnya,” tambahnya.

Menyadari akan pentingnya peran media dalam mensosialisasikan informasi pasar modal kepada masyarakat, mendorong PT. Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelenggarakan kegiatan workshop wartawan berbagai wilayah di Indonesia.

Kegiatan workshop wartawan ini dimaksudkan meningkatkan pemahaman wartawan daerah tentang investasi di pasar modal. Diselenggarakannya workshop di Batam karena merupakan salah satu pusat niaga yang memiliki potensi besar untuk pengembangan basis pemodal lokal .

Dengan kegiatan workshop ini, diharapkan dapat menambah jumlah investor dalam negeri dan memperkuat bisnis investor lokal memajukan pasar modal di Indonesia. (ar)

20 Februari 2010 Posted by | News | Tinggalkan sebuah Komentar

Memasarkan Produk Fashion Melalui MLM

Kini memasarkan suatu usaha melalui cara konvensional seperti sudah biasa, bagi anda yang ingin mencoba memasarkan produk melalui multilevel marketing akan mendapatkan kelebihan dari suatu usaha, seperti penghasilan tambahan serta berbagai keuntungan lainya. Di Kota Batam sendiri terdapat Fashion Multilevel Marketing (MLM) yang
telah berkembang sejak lima tahun silam, dengan keanggotan saat ini sudah mencapai 3 ribu orang untuk wilayah Batam.

Dengan menghadirkan berbagai macam merk produk fashion, produk kecantikan, aneka koleksi sepatu, tas, seperti lionelli, Amoret, Second skin, Savero, Goddess, Eslene, Bracini, Paloma, Avenue serta yang lainya baik dari luar negeri maupun lokal.

“Kita menyediakan berbagai macam merek dan produk untuk mempermudah masyarakat dalam memperoleh produk tersebut. Dengan menjadi keanggotan akan banyak kemudahan yang akan kita dapat seperti mendapatkan bonus penjualan pribadi dan jaringan, mendapatkan diskon, pemasaran lebih mudah karena cukup dengan membawa katalog, serta tidak terikat waktu dan tempat,” kata Hadrizal, pemilik Fashion MLM Stokies Batam, saat ditemui Erabaru FM, Kamis (18/2).

Dijelaskannya, saat ini untuk produk dengan merk second skin merupakan yang paling banyak diminati. Hal ini karena sesuai untuk masyarakat umum. Juga untuk keuntungan yang diperoleh menjadi konsumen selain bisa menghemat waktu juga menghemat biaya.

“Konsumen tidak perlu mengeluarkan ongkos transport untuk pergi ke pertokoan. Dan untuk menjadi anggota pun cukup mudah, cukup mendaftar dan mengisi formulir untuk merek yang akan kita pasarkan,” katanya.

Bisnis Multi Level Marketing produk fashion ini, cukup membantu untuk mendapatkan penghasilan terutama bagi anggota keluarga. Juga membantu program pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai bisnis MLM produk fashion ini bisa datang langsung ke stokies Batam, di Ruko Tembesi Center Blok A3 No. 8 Batu Aji atau Via telepon 0778-358280 atau di Perum Legenda Bali Blok A6 No. 16 Batam Center. (ar)

19 Februari 2010 Posted by | News | Tinggalkan sebuah Komentar

Edukasi Bank Indonesia Bagi Masyarakat Lewat "TabunganKu"

Peluncuran program “Tabunganku” yang akan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, Sabtu (20/2) , dihadiri oleh gubernur Kepri Ismet Abdulah. Khusus Batam, diselenggarakan di Panbil Mall, Muka Kuning. Peluncuran produk “TabunganKu” merupakan kelanjutan dari program edukasi perbankan bertema “ayo ke bank”. Rangkaian acara banyak
digelar pada peluncuran “TabunganKu” seperti undian lucky draw dengan hadiah yang sangat menarik. Pemerintah juga mencanangkan setiap tanggal 20 Februari sebagai hari Tabungan Nasional, serta memulai gerakan Indonesia menabung yang diselenggarakan serentak di Indonesia.

Pimpinan Bank Indonesia Batam Elang Tri Praptomo mengatakan untuk program “TabunganKu” adalah tabungan untuk perorangan dengan persyaratan mudah dan ringan yang diterbitkan secara bersama oleh Bank-Bank di Indonesia.

“Guna menumbuhkan budaya menabung serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kita akan merangkul seluruh lapisan masyarakat bukan hanya di perkotaan saja tapi sampai masyarakat Hinterland (pinggiran) bahkan untuk siswa-siswa sekolah pun kita rangkul, karena produk “TabunganKu” merupakan produk perbankan yang tidak mengenakan biaya administrasi bulanan,” Jelas Elang saat konfrensi pers dengan wartawan di Bank Indonesia Perwakilan Batam, Rabu (17/2).

Untuk jangka panjang, program “TabunganKu” juga bisa digunakan bagi kalangan usahawan seperti, nelayan tangkap menjadi nelayan produsen sehingga penghasilanya juga bisa bertambah, program edukasinya harus melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Setelah program “TabunganKu” berjalan, si penabung sendiri terutama untuk kelompok usahawan bisa diberikan program pinjaman dengan banyak model, juga merupakan suatu insentif untuk merangsang masyarakat agar rajin menabung, sehingga suatu saat bisa memanfaatkan program pinjamanku yang bisa difasilitasi oleh perbankan,” kata Elang.

Untuk program “TabunganKu” satu orang hanya dapat memiliki satu rekening produk di salah satu Bank untuk produk yang sama, kecuali bagi orang tua yang membuka rekening untuk anak yang masih di bawah perwalian sesuai kartu keluarga yang bersangkutan.

Oleh karena itu tidak diperkenankan untuk rekening bersama dengan status “dan /atau”. Persyaratan pembukaan rekening tetap mengacu pada peraturan know your costomer. Melalui peluncuran produk “TabungaKu” diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat kecil kepada perbankan, meningkatkan saving rate serta pemanfaatan produk-produk perbankan oleh masyarakat. (ar)

18 Februari 2010 Posted by | News | Tinggalkan sebuah Komentar

Mengkritisi Transplantasi Organ di China

Selama seminggu berturut-turut, salah satu surat kabar yang berpusat di Surabaya menurunkan liputan khusus tentang transplantasi organ di China. Dengan tajuk “Surabaya Siapkan Diri Jadi Liver Transplant Center“, wartawan harian ini menulis laporan perjalanannya bersama sejumlah tim dokter dan perawat dari RSUD dr. Soetomo Surabaya yang belajar ke Oriental Organ
Transplant Center (OOTC) di Tianjin, China pada akhir Januari dan awal Februari 2010 ini.

Di Tianjin, mereka belajar banyak tentang proses persiapan dan pelaksanaan operasi cangkok organ (hati), baik yang dilakukan dengan donor hidup maupun donor cadaver (mayat). Hebatnya dalam waktu 6 hari, mereka bisa “menikmati” sepuluh kasus penggantian hati selama enam hari di OOTC. Sepulang dari Tianjin, mereka optimis bisa mempraktekkannya di Tanah Air.

Keinginan para dokter dari RSUD dr. Soetomo untuk mewujudkan pusat transplantasi liver di Surabaya patut diacungi jempol. Semangat belajar mereka yang tinggi hingga ke negeri China, serta dukungan dari pejabat daerah setempat dan mantan CEO grup media tersebut nampaknya akan memuluskan impian itu. Bocah berumur tiga tahun pun sudah menanti menjadi pasien pertamanya.

Asal-usul organ

Namun demikian, dari laporan wartawannya, kita bisa melihat sejumlah informasi yang masih misterius dalam transplantasi organ di China. Pertama, sumber organ. “Jangankan asal-usul donor jenazah, donor hidup pun tidak bisa diketahui indentitasnya.” Soal donor, yang bisa diketahui adalah nomer registrasi, umur dan jenis kelamin, serta hasil CT scan.

Selama ini alasan tidak dibukanya indentitas donor, adalah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya pemerasan terhadap resipien (penerima organ donor). Anehnya, wartawan ini bisa memastikan donor itu meninggal karena hukuman mati mengingat banyaknya terpidana mati di China. Itu berarti hampir semua donornya berasal dari terpidana mati.

Kedua, jumlah organ yang tersedia di pusat-pusat transplantasi organ seperti di Tianjin sepertinya melimpah meskipun ada masa menunggu selama beberapa jam. Seakan-akan pihak rumah sakit bisa memenuhi semua permintaan organ, sekalipun setiap hari ada saja orang yang menjalani transplantasi. Lantas, dari manakah persediaan organ sebanyak itu?

Jika dari narapidana mati, jumlahnya sangat terbatas sekali tidak mungkin bisa memenuhi kebutuhan pasar. Dalam laporan tersebut juga disebutkan donor hidup di China sendiri baru dilakukan pada 2006. Pada tahun berikutnya, jumlah donor hidup yang digunakan bervariasi antara 30 hingga 40 persen dari total transplantansi liver di OOTC Tianjin. Artinya ada peningkatan penggunaan donor dalam keadaan hidup yang cukup signifikan seiring dengan menjamurnya pusat-pusat transplantasi organ di China yang jumlahnya pernah mencapai 100 tempat.

Ketiga, proses pengangkatan organ-organ dari terpidana mati yang sudah dieksekusi dipindahkan ke penerima (resipien) di rumah sakit. Dalam masalah ini, tingkat kesulitannya sangat tinggi mengingat organ yang bisa didonorkan hanya organ yang masih “hidup”. Atau masih dalam keadaan dialiri darah dan oksigen ketika diangkat dari tubuhnya. Waktunya tentu sangat singkat, sebab organ-oran tersebut hanya bisa bertahan maksimal 10 menit.

Tak heran jika penulis berita ini mengakui, “Rasanya kesempatan ini (melihat langsung proses itu) tidak akan pernah diberikan kepada kami, karena ini menyangkut rahasia negara.”

Minimnya informasi tentang asal-usul organ dan proses pengangkatan organ dalam keadaan hidup menimbulkan tanda tanya. Bagaimanapun indentitas donor mesti diketahui korban karena menyangkut asal-usul kematiannya, dan jenis penyakit yang pernah dideritanya. Proses pengangkatan organ menjadi penting untuk memastikan organ diambil dengan cara-cara yang manusiawi dan tidak melanggar HAM dan kode etik kedokteran.

Versi Independen

Ketidakmampuan wartawan tersebut dalam mengungkap misteri dalam transplantasi organ di China bisa dipahami mengingat informasi yang digalinya berasal dari satu sumber yakni pihak rumah sakit dan dokter. Ia tidak mencoba mendalami fakta kenapa begitu mudahnya organ bisa didapatkan di negeri komunis itu, dan benarkah organ itu berasal dari terpidana mati.

Sebenarnya untuk mengetahui versi lain yang lebih independen mengenai masalah tersebut, laporan David Kilgour dan David Matas dari Kanada pada Juli 2006 dan 2007 sudah cukup memadai. Akhir tahun lalu, mereka menerbitkan sebuah buku yang berjudul Bloody Harvest. Mereka menyimpulkan bahwa praktisi Falun Gong di seluruh China telah dan sedang dibunuh karena organ mereka diambil secara paksa dalam skala besar tanpa proses pengadilan.

Pengambilan organ tersebut dilakukan di kamp-kamp konsentrasi yang dibuat pada masa kekuasaan Mao Zedong. Diperkirakan jumlah kamp di China pada 2005 mencapai 340 dengan kapasitas sekitar 300.000 narapidana. Pada 2007, sebuah laporan pemerintah AS memperkirakan setidaknya setengah dari tahanan di kamp-kamp itu adalah praktisi Falun Gong yang saat ini sedang mengalami penindasan dalam skala besar sejak 1999.

Para tahanan praktisi Falun Gong diperlakukan dengan sangat tidak manusiawi. Mereka diminta mengaku bersalah, jika tetap bertahan, mereka disiksa secara keji. Jika mereka tidak mengaku bersalah setelah penyiksaan, banyak dari mereka yang menghilang dari penahanan dan kamp kerja paksa.

Kesimpulan investigasi duo David ini, banyak dari mereka yang hilang dibunuh karena organ mereka, yang dijual kepada turis transplantasi. Ada sejumlah fakta yang dikemukannya.

Hanya praktisi Falun Gong yang ditahan di kamp kerja paksa dan penjara yang dites darahnya secara sistematis dan diperiksa secara fisik. Pengujian ini tidak dimotivasi atas rasa prihatin terhadap kesehatan mereka, karena mereka juga mengalami penyiksaan yang sangat tidak manusiawi. Pengujian tersebut diperlukan untuk transplantasi organ karena kebutuhan untuk jenis golongan darah organ dan kecocokan antara sumber dan penerima.

Fakta tersebut sekaligus menggugurkan argumentasi bahwa sumber organ transplantasi berasal dari terpidana mati. Apalagi tidak ada sistem yang terorganisir dari donasi organ. Tidak ada pencocokan organ nasional atau sistim distribusi. Selain itu, ada keengganan budaya untuk mendonorkan organ tubuh.

Mungkin sebelum tahun 1999, sumber utama organ masih berasal dari terpidana mati yang dieksekusi. Masalahnya jumlah transplantasi organ di China meningkat drastis tak lama setelah penindasan terhadap Falun Gong, namun jumlah orang yang dieksekusi mati tidak meningkat secara signifikan.

Berdasarkan dokumen statistik yang tersedia, diperkirakan sekitar 41.500 transplantasi organ terjadi selama masa penganiayaan terhadap Falun Gong hingga 2005 dengan sumber organ yang tidak jelas. Duo David ini memastikan organ tersebut berasal dari praktisi Falun Gong.

Hal itu diperkuat dari penyelidikan World Organization to Investigate the Persecution of Falun Gong (WOIPFG) yang mengadakan pembicaraan dengan seorang saksi yang bekerja di kepolisian Provinsi Liaoning. Saksi menyingkap sebuah kasus pengambilan organ dalam keadaan hidup dari seorang praktisi Falun Gong yang pernah disaksikan beberapa tahun yang lalu.

Pada 2002, saksi mengaku terlibat dalam penangkapan ilegal serta penyiksaan terhadap praktisi Falun Gong. Salah satu korbannya seorang perempuan berusia 30-an yang disiksa selama seminggu. Pada 9 April 2002, Kantor Keamanan Publik Provinsi Liaoning meminta dua ahli bedah memindahkan perempuan ini ke tempat lain. Dengan kondisi masih sadar, tanpa menggunakan obat bius, mereka mengambil jantung, ginjal-ginjal dan organ lainnya dari korban.

Fakta yang sama diperoleh dari Profesor Navarro, dari Rumah Sakit Universitas Montpellier Prancis yang terpaksa melakukan investigasi sendiri setelah ia memperoleh informasi meragukan selama melatih beberapa ahli bedah China tentang teknik transplantasi organ di China. Dari pernyelidikannya, terungkap bahwa praktisi Falun Gong adalah korban utama dari perampasan organ di China. Ia menceritakan pengalaman tersebut pada sebuah konferensi di Gedung Parlemen Prancis, Paris pada 3 Desember 2009 lalu.

Semua fakta tersebut memperkuat hasil investigasi David Matas dan David Kilgour yang berhasil mengumpulkan 52 pembuktian dengan kesimpulan yang sama. Disebutkan, di China, militer dan rumah sakit militer, telah mengorganisir secara sempurna di bawah kepemimpinan PKC, membunuh para pengikut Falun Gong dengan mengeksploitasi dan menjual organ mereka.

Sejak laporan independen tersebut dipublikasikan, pemerintah China membuat kebijakan baru. Undang-undang tentang transplantasi yang disahkan pada Mei 2007 mengharuskan transplantasi hanya dilakukan di rumah sakit terdaftar.

Pada 26 Juni 2007, Departemen Kesehatan setempat memprioritaskan pasien dalam negeri diberikan prioritas akses untuk transplantasi organ. Semua lembaga medis dilarang melakukan transplantasi organ kepada orang asing. Pada Agustus 2009, diluncurkan sistem donasi organ sebagai proyek percontohan.

Meski ada peraturan baru, praktek perdagangan organ masih berlanjut di China hingga sekarang. Pasien dari negara lain termasuk dari Indonesia masih bisa mendapatkan organ dengan mudah. Barangkali yang berubah hanya pihak penerima, dari kebanyakan asing ke lokal, namun sumber organ substansial tetap sama.

Walau pemerintah setempat menyangkal sumber organ berasal dari pengikut Falun Gong, tapi mereka mengakui organ itu berasal dari tahanan. Dan, tahanan itu kemungkinan besar adalah praktisi Falun Gong. (Fadjar Pratikto/ Koordinator Global Human Right Effort)

17 Februari 2010 Posted by | News | Tinggalkan sebuah Komentar

Pesta Kembang Api di Malam Imlek

Tepat saat jarum jam bergeser dari pukul 24.00 wib, ratusan kembang api melesat menandakan pergantian tahun dalam kalender Chinese. Ratusan pengunjung Batam Chinese Festival yang memadati sekitar lokasi acara, di kawasan Bumi Indah, Nagoya, Batam, menengadahkan kepala penuh pesona melihat indahnya kembang api di udara.

Batam Chinese Festival yang digelar sejak beberapa waktu lalu, ditutup dengan puncak acara pesta kembang api, Sabtu (13/2), tepat di malam pergantian tahun penanggalan Chinese.

Sebelumnya panggung pertunjukan diisi dengan beragam hiburan seperti atraksi barongsay, penampilan artis lokal, baik anak-anak maupun dewasa. Hadir dalam acara jajaran pengurus PSMTI Batam selaku penyelenggara dan undangan lainnya. Gong Xi Fa Cai, Xin Nian Kuai Le … ! (rp)

13 Februari 2010 Posted by | News | Tinggalkan sebuah Komentar

Selamat Tahun Baru Imlek 2561 … Gong Xi Fa Cai

13 Februari 2010 Posted by | News | Tinggalkan sebuah Komentar

Kartu AS Berikan 1000 SMS Gratis Per Hari

Telkomsel kembali meluncurkan program paket perdana baru kartu As, Kamis (11/2) di Grapari Telkomsel Baloi, Batam. Dengan menghadirkan program ini pelanggan dapat menikmati 1.000 sms gratis setiap hari, ke lebih dari 82 juta pelanggan Telkomsel. Caranya cukup dengan mengirimkan sms seperti biasa hingga pemakaian Rp 1.000, mulai pukul
06.00 WIB, langsung bisa memperoleh 1.000 sms gratis, yang dapat digunakan keseluruh pelanggan kartu HALO, simPATI, dan kartu As.

Program yang mulai berlaku hari ini, Jumat (12/2), disamping program gratis 1000 sms per hari, pelanggan kartu As juga bisa memperoleh bonus akses internet sebesar 5 MB. Akses dapat dipakai satu hari dengan membeli paket internet 5 MB seharga Rp. 5.000 per 7 hari, melalui akses *363# atau mengirim SMS, ketik FLASHON 5000, lalu kirim ke 3636.

“Program ini merupakan bentuk apresiasi kami bagi pelanggan kartu As yang memang gemar ber SMS. Tentunya dengan 1000 sms gratis yang didapatkan setiap hari ini sangat bermanfaat dalam memberikan penghematan anggaran komunikasi yang sangat signifikan bagi pelanggan kartu As,” kata Zulfahmi, Manajer Telkomsel Branch Batam.

Selain promo gratis sms bagi pelanggan kartu As, pelanggan yang memiliki perilaku komunikasi nelpon lam masih dapat menikmati tarif murah untuk menelpon, baik voice maupun video call yang berlaku 24 jam ke seluruh pelanggan Telkomsel, hanya dengan Rp 1.000/10 menit.

“Untuk layanan ini cukup tekan #1 sebelum nomor tujuan, contoh : #108527288xxx. Juga program gratis 1 menit nelpon setelah nelpon 1 menit dan program ngomong sering, dimana pelanggan bisa bebas nelpon berkali-kali selama 30 menit cukup dengan Rp 1.000 yang berlaku pukul 00.00-06.00 WIB setiap harinya,” Katanya.

Telkomsel juga menyediakan akses *100# bagi pelanggan kartu As yang ingin menikmati layanan serba Rp 1.000, seperti paket SMS dan nelpon murah, paket internet murah, paket chatting dan facebook, paket hemat panggilan Internasional, konten Ridho Roma, SMS konten religi, horoskop dan info lowongan pekerjaan, serta download aplikasi, ringtone, truetone, dan games.

“Pelanggan kartu As juga dapat menikmati berbagai layanan inovatif seperti mobile wallet T-Cash, Mobile Broadband Telkomsel Flash, layanan 3G, Mobile Banking, Nokia Chat & Mail, BlackBerry, Telkomsel call me 808 (komunikasi tetap terjalin walaupun kehabisan pulsa), serta Telkomsel pelindung dataku sebagai back-up data penting pelanggan,” tambahnya.

Untuk menjaminkan kenyamanan bagi pelanggan kartu As menikmati gratis 1.000 sms, Telkomsel telah menyiapkan jaringan terluas berkualitas terbaik dengan kapasitas hingga 80.000 sms per detik melalui dukungan lebih dari 30.000 BTS (Base Transceiver Station) yang tersebar hingga pelosok Indonesia.(ar)

12 Februari 2010 Posted by | News | Tinggalkan sebuah Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.