TULISAN masihwan

tanggon kosala ini adalah saksi bagi awal baktimu

Diare Akut dan Pencegahannya

“Disebut dengan diare adalah buang air besar dengan frekuensi buang air besar yang jadi sering dan konsistensi yang cair. Jadi frekuensi yang tidak normal dan konsistensinya juga tidak normal. Itulah yang disebut dengan diare,” kata Dr. Ery Rachma selaku dokter umum dari Rumah Sakit Awal Bros Batam, saat menjadi narasumber di program “Info Sehat” edisi Rabu (27/01).

Program yang disiarkan pukul 14.00 – 15.00 wib tersebut mengangkat tema “Diare Akut dan Pencegahannya”. Hadir sebagai narasumber Dr. Ery Rachma dari Rumah Sakit Awal Bros Batam. Program “Info Sehat” ini merupakan kerjasama Radio Erabaru dengan Rumah Sakit Awal Bros Batam.

Menurutnya penyebab diare itu yakni makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh serangga atau tangan yang kotor. Pada makanan tersebut karena ada parasit, virus, bakteri, alergi susu biasanya terjadi pada anak-anak, minum obat tertentu menyebabkan diare dan penyakit lain yang gejalanya adalah diare.

Dijelaskannya, diare itu terbagi menjadi dua macam, Yaitu diare akut dan diare kronis. Diare akut adalah timbul secara tiba-tiba dan berlangsung kurang dari 14 hari. Diare ini disebabkan oleh bakteri atau parasit yang ditemukan pada makanan atau minuman. Sedangkan diare kronis adalah diare tersebut berlangsung lebih dari 14 hari walaupun sudah diobati lebih awal.

Gejala-gejala dari diare akut itu diketahui dari cairan air besar, jika disebabkan virus maka cairannya berbusa, bau amis dan cair. Jika disebabkan karena bakteri atau parasit, cairannya mengandung darah, lendir dan disertai sakit perut yang hebat.

“Diare akut bisa ditangani dirumah dalam keadaan darurat dengan pemberian cairan. Pemberian cairan bisa digunakan dengan cara penggunaan oralit dan pedialit. Jika tidak memiliki keduanya bisa bikin sendiri dengan satu gelas air kurang lebih 200 cc ditambahkan gula dengan dua sendok teh satu ujung sendok teh dengan garam, itu diminum setelah diare, mencret lagi kemudian minum lagi cairan itu,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan yang terpenting dalam pengobatan itu bahwa kehilangan elektrolit dan cairan yang bisa menyebabkan lemas dan dehidrasi. Untuk penanganannya adalah dengan pengobatatan pemberian cairan yang mengandung elektrolit dan cairan ion tubuh.

Sedangkan diare yang terjadi pada lansia biasanya terjadi diare kronis yang tidak hanya disebabkan virus atau bakteri, juga disebabkan penyakit lainnya seperti kencing manis. Selain itu pada lansia juga disebabkan dengan ususnya yang tidak berfungsi dengan baik. Oleh karena harus diobati penyakitnya dan membatasi makanan yang berserat karena membuat usus bekerja lebih berat.

“Kalau pada lansia memang terjadi diare kronis yang juga disebabkan penyakit lainnya dan fungsi ususnya yang lemah. Maka harus tidak memberikan makanan yang tinggi serat, karena membuat usus bekerja berat agar supaya tidak terjadi diare,” jelasnya.

Menjawab pertanyaan Risna tentang cara pemberian ukuran air larutan gula garam apakah untuk bayi atau orang dewasa, Dr.Rachma menjawab cairan tersebut bisa digunakan untuk bayi dan orang dewasa. Lebih lanjut Risna bertanya tentang anak-anak yang tidak mau meminum larutan garam. Dr. Rachma menjawab bagi anak-anak biasanya diberikan Pedialit yang terdiri dari tiga rasa yakni strawbery, jeruk dan tidak ada rasa.

Sementara Ani yang bertanya tentang tindakan medis yang dapat dilakukan dan pengobatan alami apa yang dilakukan pada saat terjadinya diare. Dr.Rachma menjawab yang harus dilakukan adalah dengan pemberian cairan. Sedangkan pengobatan alami tidak bermasalah dilakukan selama mampu menyembuhkan diare, jika lebih dari 5 kali tidak ada perubahan maka sebaiknya langsung saja dikonsultasikan ke dokter umum.

“Untuk diare pencegahannya intinya adalah cuci tangan yang bersih, makan makanan yang bersih, menghindarkan anak bermain dengan mainan yang terkontaminasi karena anak biasanya menggigit mainan yang kotor itu juga menyebabkan diare, menggunakan air yang bersih dan selanjutnya pada bayi yang terpenting adalah pencucian pada botol susu harus diantisipasi, harus tahu cara pencuciannya yang benar,” jelasnya. (as)

31 Januari 2010 Posted by | Info Sehat | Tinggalkan sebuah Komentar

Manfaat Susu Untuk Kesehatan

“Susu mengandung gizi yang cukup tinggi, yang tidak ada dimakanan lainnya. Kita sudah sering mendengar empat sehat lima sempurna yang kelima tentu adalah susu. Susu itu terkandung zat yang tinggi dari kalsium, vitamin, mag dan karbohidrat,” kata Muhammad Ali, DCM, ahli gizi dari rumah sakit Awal Bross Batam, saat menjadi narasumber
di program Info Sehat edisi Rabu (20/01).

Program yang disiarkan pukul 14.00 – 15.00 wib tersebut mengangkat tema “Manfaat Susu Untuk Kesehatan”. Hadir sebagai narasumber Muhammad Ali, ahli gizi dari rumah sakit Awal Bross Batam.

Menurutnya manfaat dari susu adalah untuk mencegah osteoporosis, menjaga kekuatan tulang dan pembentukan tulang bagi anak-anak dan orang dewasa, susu juga berguna menurunkan tekanan darah. Selain itu susu juga bisa mencegah kerusakan gigi dan menetrealisir racun-racun dalam tubuh.

“Yang paling utama dari manfaat susu itu adalah dapat mencegah penyakit regeneratif seperti kanker usus dan payudara. Berdasarkan hasil penelitian di Norwegia menyebutkan minum susu dari anak-anak mampu mencegah terjadinya kanker payudara,” katanya.

Sedangkan untuk jenis-jenis susu adalah susu full cream yang mengandung 4 % lemak dengan banyak kandungan Vitamin A dan Vitamin D. Jenis lainnya adalah susu Low fat yang rendah lemak, karena kandungan lemaknya hanya setengah dari susu full cream. Juga ada Susu jenis Skim yang kandungan lemaknya lebih sedikit lagi, kurang dari 1%.

Jenis susu dari pengertiannya yang sering diketahui adalah susu evaporasi, yaitu susu yang biasa diminum seperti susu kental manis. Lainnya adalah susu permentasi yakni susu yang melalui proses pasteurisais (dipanaskan) 65° sampai 80° C selama untuk membunuh bakteri patogen yang dapat menyebabkan penyakit.

Susu yang kerap ditemukan dimasararakat juga adalah susu jenis Calcium Enriched. Susu ini memiliki kandungan kalsium dan kandungan lemaknya telah dikurangi. Susu yang biasa dikonsumsi juga jenis CLA atau Conjugated Linoleic Acid. Jenis ini bermanfaat bagi orang yang ingin merampingkan tubuh.

“Bagi anak-anak yang pertumbuhannya tidak didukung oleh susu mempengaruhi pertumbuhannya secara keseluruhan. Baik dari fungsi tubuhnya, tulangnya, daya pikir anak. Anak-anak juga dipengaruhi dengan pembentukan pertumbuhan giginya,” ujar Ali.

Dijelaskannya cara penyajian susu adalah begitu dibuat langsung diminum dalam keadaan hangat. Jika dalam waktu jangka lama diminum, mempengaruhi kandungan gizinya, proteinnya dan kalsiumnya.

“Guna menekan terjadi resiko yang tidak diinginkan dari segi kesehatan, usahakan minum susu sejak dini bagi anak-anak karena mempengaruhi sampai dewasa dari pertumbuhan tulangnya. Minimal dalam sehari minum tiga gelas susu,” pungkasnya. (as)

20 Januari 2010 Posted by | Info Sehat | Tinggalkan sebuah Komentar

Tumor Otak dan Gejala-Gejalanya

Info Sehat edisi Rabu (14/01) pukul 14.00-15.00 WIB mengangkat tema “Tumor Otak”. Hadir sebagai narasumber Dr. Hadi Sirwandanu Spbs spesialis bedah syaraf dari Rumah Sakit Awal Bross Batam. Program ini merupakan kerjasama Radio Erabaru dengan Rumah Sakit Awal Bross Batam. Menurut Dr. Hadi, penyakit tersebut
tidak bisa dihindari terutama dari segi faktor genetik.

Tumor otak itu juga dikalangan masyarakat dinilai sangat menakutkan, karena letaknya lokasinya dikepala yang menjadi tempat sistem syaraf otak. Dengan terganggunya sistem syaraf otak tersebut, pada akhirnya menganggu sistem tubuh secara keseluruhan.

Dijelaskannya, selama ini orang beranggapan tumor otak tersebut tidak bisa ditangani, padahal hal tersebut bisa ditangani dengan baik jika diantisipasi terlebih awal. Selama ini beberapa kasus yang terjadi kebanyakan diantara pasien dibawa ke rumah sakit dalam keadaan koma.

“Ada beberapa literatur yang mengatakan tumor otak disebabkan radiasi. Ada juga yang mengatakan akibat faktor genetik ataupun kimia. Memang ada beberapa penelitian yang terpapar seperti radiasi yang terjadi pada pekerja radiator nuklir, memang kemungkinannya terlibat dinilai sangat besar,” katanya.

Sedangkan dugaan tentang kaitan tumor otak dengan pengguna Handphone yang mengeluarkan sistem elektromagnetik, ada beberapa penelitian terbaru menyebutkan tidak kaitan sama sekali dengan tumor otak itu sendiri.

“Ada penelitian di Amerika serikat yang menyebutkan dari 700 pasien tumor otak, hanya 40 pasien dari mereka yang menggunakan Handphone. Jadi dugaan tersebut tidak signifikan. Tidak ada kaitan sama sekali dengan tumor,” ujar Dr Hadi.

Dia menambahkan tumor otak diawali dengan sakit kepala dari gejala ringan hingga bertambah berat. Kemudian muncul gejala lain muntah proyektil yakni muntah yang tanpa diikuti perasaan mual. Muntah ini disebabkan tekanan otak yang sedemikian besar, akibat suatu masa didalam otak yang mendesak keseluruh bagian otak sehingga menjadi pasien itu muntah.

Selain itu gejala lain yang terjadi yakni terjadi kejang-kejang akibat dari rangsangan tumor tersebut terhadap lapisan dari permukaan luar otak. Kejang juga disebabkan dengan tekanan internal yang tinggi.

Sementara untuk pencegahannya, spesialis syaraf alumni Universitas Indonesia ini mengatakan jika telah terjadi tumor otak, sebenarnya tidak bisa dicegah tapi bisa dihindari agar tidak mengganggu sel-sel syaraf yang sehat lainnya.

“Bagi masyarakat yang menemukan gejala-gejala diatas diharapkan segera membawanya ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan oleh bagian neorologis atau dokter syaraf. Dan dilakukan pemeriksaan penunjang dengan pemeriksaan EG atau SystiScan, sehingga jika ditemukan indikasi tumor otak, maka bisa diatasi secepatnya,” jelasnya.(as)

18 Januari 2010 Posted by | Info Sehat | Tinggalkan sebuah Komentar

Hepatitis dan Pencegahannya

“Hepatitis merupakan salah satu penyakit yang endemik di Indonesia. Itu merupakan suatu penyakit hati yang sering menimbulkan pada diri seseorang kuning, yang kerap disebut dengan penyakit kuning. Hepatitis sendiri penyakit yang disebabkan virus yang menyerang pada organ hati,” kata dr. Muhammad Zaini, MARS, dari rumah sakit
Awal Bross Batam, saat menjadi narasumber di program “Info Sehat” edisi Rabu (06/01).

Program yang disiarkan pukul 14.00 – 15.00 wib tersebut mengangkat tema “Hepatitis dan pencegahannya”. Hadir sebagai narasumber dr. Muhammad Zaini, Mars dari rumah sakit Awal Bross Batam. Program “Info Sehat” ini merupakan kerjasama Radio Erabaru dengan Rumah Sakit Awal Bross Batam.

Menurutnya Hepatitis mempunyai beberapa type tergantung dengan berbagai jenis virusnya yakni Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C dan Hepatitis D. Hepatitis A suatu penyakit yang aman, mudah menular dan bisa sembuh dengan sendirinya. Tetapi Hepatitis A yang bersifat akut menyebabkan terjadinya kematian.

Sedangkan penyakit Hepatitis B dan C merupakan penyakit yang cukup dikhawatirkan pada kalangan dunia medis. Si penderita juga bisa dikatakan menjadi penular, tapi dia sendiri tidak menimbulkan gejala yang cukup berarti. Penyakit tersebut juga bisa menjadi kronis yang menyebabkan terjadinya penyakit liver.

“Penularan virus itu melalui udara. Jadi si penderita ini jika melakukan aktivitas apapun maka virus dari penderita tersebut bertebaran melalui pernafasan dan pembicaraannya,” katanya.

Lebih lanjut dr. Zaini mengatakan, orang yang terkena Hepatitis diketahui dari pemeriksaan darah. Gejala-gejalanya adalah menderita demam yang biasanya jika di beri obat anti demam cenderung panasnya tidak turun. Setelah hari ketiga atau kelima demamnya menurun tetapi timbul kuning di badannya.

Gejala lainnya yakni pada putih mata berubah menjadi kuning. Selain itu, air seninya juga berubah seperti air teh. Dikarenakan Hepatitis menyerang organ hati yang awalnya befungsi mengolah makanan menjadi zat-zat yang dibutuhkan untuk tubuh, kemudian menyebabkan terjadinya mual-mual yang jika berkelanjutan dapat membuat si penderita kehilangan nafsu makan.

“Faktor istirahat yang cukup sangat menentukan bagi penderita Hepatitis yang akan membantu dari kerja hati dan mengurangi aktivitas fisik yang berlebihan. Dan juga melakukan cek rutin darah. Untuk Hepatitis B dan C, dokter tidak bisa mengatakan penyakit tersebut sembuh ataupun menjadi kronis. Karena penularan penyakit itu disebabkan oleh Virus. Karena itu pemerintah mewajibkan kepada setiap anak yang lahir diimunisasi dengan suntikan antibodi Hepatitis,” jelasnya.(as)

10 Januari 2010 Posted by | Info Sehat | Tinggalkan sebuah Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.