TULISAN masihwan

tanggon kosala ini adalah saksi bagi awal baktimu

Facebook dan Kenakalan Remaja

Program hot isue edisi Sabtu (20/02) pukul 11.00-12.00 WIB mengangkat isu tentang “Facebook dan Kenakalan Remaja”. Hadir sebagai narasumber pemerhati sosial Riginoto Wijaya, M.Sc dan wakil kepala sekolah SMA Yos Sudarso Batam Yuli Ismanto. Kenakalan remaja terkait facebook merupakan pembinaan dari bagian keluarga.
Orang tua dalam hal ini diharapkan mendidik anak-anaknya untuk bertanggung jawab dan disiplin memanfaatkan teknologi.

“Ini bagian dari didikan dari keluarga, anak-anak harus diajar bagaimana bertanggung jawab menggunakan teknologi. Teknologi merupakan sesuatu yang bersifat netral sama halnya dengan pisau yang bisa dimanfaatkan pada hal-hal yang tidak baik,” ujar Riginoto.

Dijelaskannya bahwa kasus dikeluarkannya pelajar dari sekolah mereka di Tanjung Pinang, dikarenakan anak-anak tidak mampu mengendalikan diri menggunakan facebook dalam hal positif. Masalah itu juga berkaitan dengan karakter dan kepribadian dari anak itu sendiri.

Guru dalam hal ini memberhentikan anak-anak tersebut sebagi respon, sedangkan anak menulis di facebook merupakan respon dari karakter dari anak tersebut. “Ini terkait dari karakter anak itu sendiri. Karakter tersebut dimunculkan dari sikap personalitinya. Penghakiman tersebut merupakan bukan ujung dari puncak permasalahan karena anak itu sendiri tidak siap menghadapinya,” ujar Riginoto.

Riginoto menambahkan guru dalam hal ini tidak hanya sebatas memberikan pelajaran disekolah tapi juga membina kepribadian dan karakter anak-anak. Selain itu, prilaku anak-anak juga dipengaruhi dengan pembinaan anak-anak dalam keluarga.

“Prilaku itu berasal dari asuhan orang tua, meski demikian sekolah tidak boleh melepaskan tanggung jawabnya dalam pembinaan anak-anak,” ujarnya.

Sedangkan wakil kepala sekolah SMA Yos Sudarso Yuli Ismanto mengatakan bahwa facebook itu sebenarnya bermanfaat bagi anak-anak dan bagi semua orang. Namun jika facebook disalahgunakan merugikan bagi pemakai. Anak-anak dalam hal ini menulis sesuatu dalam facebook tidak pernah memikirkan akibat perbuatannya.

“Anak-anak hanya secara emosional mengungkapkan kekecewaannya tanpa mempertimbangkan akibatnya. Anak-anak kurang mempertimbangkan resiko lanjutannya,” ujarnya.

Menurut Ismanto bahwa semenjak berkembang pesat teknologi informasi juga berdampak bagi kalangan pendidikan. Selain mengikuti perkembangan teknologi, dunia pendidikan diharapkan mampu memilahnya untuk anak didik mereka.

Dijelaskannya, SMA Yos Sudarso pernah menemukan kasus penyalahgunaan jaringan sosial tersebut. Hal ini disebabkan oleh anak-anak yang tidak pernah mempertimbangkan dampak negatif. Anak-anak dalam hal ini hanya emosi ketika tidak suka dengan kebijakan sekolah.

“Ketika ditelusuri anak-anak hanya emosi ketika tidak menyukai kebijakan sekolah. Meski demikian pihak sekolah berhasil mengatasinya dengan mempertimbangkan anak-anak perlu pembinaan dan karena mereka juga masih memiliki masa depan,” katanya.

Kenakalan remaja tersebut tidak hanya dikaitkan dengan facebook, dalam hal ini penanaman iman terhadap remaja sangat penting untuk membina anak-anak menghadapi pesatnya perkembangan teknologi saat ini.

“Penanaman iman dalam hal ini sangat penting bagi anak-anak untuk sebagai filter segala macam pengaruh globalisasi saat ini. Jika penanaman iman ini berhasil, apapun yang terjadi hasilnya diharapkan mampu membina moral anak-anak,” ujarnya.(as)

25 Februari 2010 Posted by | Hot Isue | Tinggalkan sebuah Komentar

Visa On Arrival, Siapa Untung Siapa Rugi ?

“Membaca komentar di koran termasuk pernyataan Gubernur Kepri yang menyebutkan pemerintah pusat mengabulkan permintaan pemprov Kepri terkait Visa On Arrival, merupakan langkah baik bagi pariwisata di Batam, meski demikian kami sampai saat ini masih menunggu kepastian peraturan Menteri Hukum dan HAM memberlakukan
Visa On Arrival untuk tujuh hari sebesar US $ 10,” kata Guntur Sakti saat on air di program hot isue, Sabtu (6/2).

Mengangkat tema ‘Visa On Arrival (VoA) Siapa Untung Siapa Rugi’, program hot isue menghadirkan narasumber Guntur Sakti Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Sigit Budhiarsa dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badan Pimpinan Cabang Batam dan Pengamat Ekonomi Riginoto Widjaja, M.Sc.

Menurut Guntur kepastian tersebut mengakhiri kekhawatiran pelaku pariwisata Kepri terhadap pemberlakuan Visa on Arrival (VoA). Visa kunjungan wisatawan yang berubah menjadi US $ 25 dolar itu akhirnya dibatalkan dan kembali ke peraturan semula.

“Dasar tuntutan Pemko Batam pemberlakuan format lama disebabkan karena spesifikasi Batam dan Kepri berbeda dengan daerah lainnya, karena Batam merupakan daerah perbatasan,” katanya.

Dikatakannya, frekuensi orang asing terutama dari Singapura dan Malaysia cukup tinggi datang ke Batam, ditambah dengan stay mereka yang tidak terlalu lama. Karena tingginya intensitas kunjungan tersebut menjadikan sebuah karakteristik kota Batam.

Sigit dari PHRI Kota Batam mengatakan bahwa kondisi Batam lebih spesifik dari kota lainnya, Batam tidak memiliki kondisi khusus yang membuat wisatawan melakukan kunjungan lebih lama ke Batam.

“Keberadaan tamu-tamu paling lama hanya 2 sampai 1 hari berada di Batam, jika mereka tetap dipaksa membayar US $ 25 diperkirakan menjadi tambahan beban bagi tamu-tamu. Ditambah lagi tamu tersebut merupakan wisatawan yang direbut dari Singapura,” katanya.

Menurut General Manajer Novotel Hotel Batam ini, secara spesifik dari keadaan kota Batam pemberlakuan VoA US $ 25 memberatkan kondisi pariwisata kota Batam.

“Secara general tidak masalah, tapi secara spesifik memberatkan pariwisata Batam yang efeknya juga menyebar kemana-mana,” katanya.

Sementara Riginoto mengatakan jika tarif VoA US $ 25 diberlakukan, tidak hanya berpengaruh dari segi pariwisata tapi industri juga terpengaruh akibat pemberlakuan tarif tersebut.

“Dampaknya juga berat bagi industri, misalnya orang-orang yang datang membayar US $ 25 para pelaku industri memindahkan rapatnya ke Singapura karena biaya ke Batam mahal yang akhirnya Batam menjadi devisa bagi Singapura,” katanya.

Project Visit Batam 2010

Agenda pariwisata Batam termasuk event-event yang diadakan selama ini dianggap tidak memiliki keterpaduan antara satu sama yang lain dan tidak strategis, seperti baru-baru ini Batam Chines Festival dinilai merupakan event hanya di selenggarakan PSMTI Batam dan INTI.

“Paket atau acara apapun yang dibuat hanya setengah-setengah dalam artian tidak memiliki keterpaduan dan kurang startegis, tidak memilik kesinambungan dengan yang lainnya dan tidak menjadi project satu kelompok,” kata Sigit.

Menanggapi hal ini, selaku Panitia Visit Batam 2010 Riginoto menjelaskan bahwa pihaknya saat ini masih mencari formula yang tepat untuk menyukseskan agenda Visit Batam 2010.

“Agenda tersebut masih lepas-lepasan, kita saat ini masih berusaha agenda itu tersampaikan dan terencana sebaik mungkin, seperti Batam Chines Festival yang jadwal berubah menunjukkan diperlukan perisapan yang lebih baik untuk kedepannya,” kata Riginoto.

Sedangkan target utama dari Visit Batam 2010 adalah wisatawan dari Singapura dan Malaysia dengan memperluas jaringan travel untuk mendatang wisatawan-wisatawan tersebut.

“Target utama Batam 2010 adalah wisatawan dari Singapura dan Malaysia dengan mengembangkan lebih jauh termasuk kerjasama yang baik dengan travel yang ada di Batam, termasuk rencana strategis kedepannya,” jelas Riginoto.

Selaku ketua panitia Visit Batam 2010 dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Guntur Sakti mengatakan bahwa event-event yang diselengarakan saat ini belum didukung EO profesional. Sedangkan untuk memajukan pariwisata dibutuhkan persamaan persepsi dan komitmen untuk mencapai kondisi ideal dari agenda pariwisata tersebut.

“Memang event sekarang dibuat kurang sebaik mungkin, tapi setidaknya kita telah memulainya dan yang terjadi sekarang kita evaluasi. Guna memajukan wisata Batam saat ini perlu persamaan persepsi dan komitmen dari semua pihak,” kata Guntur. (as)

12 Februari 2010 Posted by | Hot Isue | Tinggalkan sebuah Komentar

Amankah ATM Saya ?

Program hot isue edisi Sabtu (30/01) pukul 11.00-12.00 wib mengangkat isu tentang “Amankah ATM Saya” terkait maraknya aksi pembobolan ATM yang terjadi saat ini. Hadir sebagai narasumber Riginoto Wijaya, pengamat ekonomi dan marketing Batam. Menurut Riginoto, terjadinya aksi pembobolan tersebut merupakan masalah
kepedulian dari bank, ditambah dengan saat ini banyak pihak yang tidak bertanggung jawab dengan memasang call center palsu.

“Ini masalah kepedulian dari bank, bank setiap hari mengisi uang. Kalau mengisi uang ya tolong perhatikan tempat-tempat itu. Apalagi sekarang banyak yang memakai call center palsu, cuman dengan sisipkan kertas atau tusuk gigi sehingga macet lalu panik dan segera nelepon call center. Call center yang sebenarnya juga seringkali tidak ada petugasnya. Tapi kemudian cerita yang di Batam, nama bank tersebut nama baiknya rusak. Karena itu harus disikapi dengan segera,” katanya.

Dijelaskannya, kasus yang terjadi di Batam, misalnya pihak kepolisian selalu mengatakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Oleh karena itu pihak kepolisian diharapkan segera bekerjasama dengan pihak bank agar pelacakan dilakukan dengan segera. Keterlambatan dan kemampuan yang relatif rendah dibanding mereka yang punya insiatif membobol, hingga kalah cepat sampai kasus pembobolan terus terjadi.

Aksi pembobolan tersebut juga mempengaruhi dari aspek marketing yang membuat nasabah resah. Seperti kejadian di Batam, secara langsung nasabah bank tersebut berpikir pindah ke bank lain yang relatif aman.

“Kasus ini bisa menjadi perang antar bank yang mengajak para nasabah berpindah ke banknya. Bank itu bilang masuklah menjadi nasabah kami, kami mempunyai pengamanan yang baik, dijamin punya orang yang selalu memonitor, kami selalu memeriksa ATM yang kami miliki,” ujarnya.

Menurutnya bank diharapkan segera menunjukkan kepada masyarakat dengan bekerjasama dengan polisi untuk mengungkap pelaku kasus tersebut, jika bank berkomitmen tidak merugi dan tetap dipercaya oleh pelanggan.

BNI siap antisipasi pembobolan ATM

Sementara di tempat terpisah, pimpinan Bank BNI Cabang Batam Feri Fariansis saat ditemui Radio Erabaru di kantor BNI cabang Batam, Pelita, Jumat (29/01) mengatakan, proses pembobolan tersebut terjadi dengan cara skimming card atau merekam kartu dan pin dari nasabah. Selain itu sindikat tersebut juga menggunakan kamera CCTV.

“Sindikat menggunakan alat perekam kartu dan pin nasabah. Juga menggunakan kamera kecil. Cara-cara ini yang dilakukan sindikat tanpa kita sadari pada saat kita masuk ATM, kita kurang memperhatikan kondisi-kondisi ini. Misalnya menggantikan hotline yang dikeluarkan bank, padahal sebenarnya tidak. Kalau dilihat bentuk dan warnanya persis sama. Ini salah satu cara sindikat mengecoh para nasabah,” katanya.

Dijelaskannya kecil kemungkinan terjadinya pembobolan dan terkurasnya uang nasabah dengan tindakan pihak tidak bertanggung jawab, karena bank telah membuat sisitem dan mempelajarinya dengan baik. Selain unsur pengamanan yang dilakukan pihak bank, para nasabah juga diharapkan turut menjaga keamanan ATM dan tabungannya.

Selain itu para nasabah khususnya BNI jika kehilangan ATM segera menghubungi hotline Bank BNI 24 jam yang benar di 021-5789 9999, dengan memohon segera untuk diblokir. Sebelumnya pihak bank memverifikasi terlebih dahulu data-data nasabah.

Para nasabah secara periodik juga diharapkan mengganti nomor pin, khusus untuk para nasabah BNI pihaknya menggunakan dengan enam digit nomor pin. Pergantian nomor pin ini dilakukan secara berkala, yang diharapkan mampu menghindari transaksi yang mencurigakan atau orang yang berniat untuk melakukan pembobolan. Nasabah juga diminta lebih teliti memperhatikan mesin ATM saat bertransaksi.

“Pada saat masuk ruang ATM diharapkan nasabah lebih jeli dengan memperhatikan kiri-kanan jika ada hal yang mencurigakan. Barangkali ada sindikat yang memasang CCTV, hotline yang tidak dikenal atau petunjuk lainnya yang tidak sepatutnya. Nasabah juga diharapkan tidak memberikan nomor pin kepada orang yang berpura-pura membantu atau memberi pertolongan,” ujarnya.

Terkait pengamanan mesin ATM pada saat penempatan mesin ATM, BNI selalu mempertimbangkan keamanan selama 24 jam. Kemudian pada saat melakukan services termasuk pengisian uang atau lainnya, petugas BNI selalu mengawasinya.

“Petugas selalu mengawasi hal-hal yang tidak sepatutnya termasuk dari segi pengumuman atau selebaran. Kita tidak ingin nasabah kita tertipu oleh himbauan yang tidak bertanggung jawab. Ini tidak hanya dilakukan pada siang hari, bahkan pada malam hari. Kita punya petugas khusus dan fokus kita tidak hanya pada tempat yang terdekat, kita juga mengontrol pada tempat yang jauh sekalipun,” pungkasnya. (as)

1 Februari 2010 Posted by | Hot Isue | Tinggalkan sebuah Komentar

Laut Batam Langganan Tercemar Limbah

Program hot isue edisi Sabtu (23/01) pukul 11.00-12.00 wib mengangkat isu tentang “Limbah Beracun Mengancam Batam”. Hadir sebagai narasumber Kabid Penegakkan Hukum Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Batam Saprial, MT, Bagian Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit Awal Bros Batam Sofyan, ST, SPD
dan pemerhati Batam Riginoto Wijaya, M.Sc.

Menurut Saprial, limbah yang melanda Batam kerap terjadi di Nongsa karena berbatasan langsung dengan Selat Malaka yang merupakan jalur lalu lintas kapal pembawa Crucude Oil dan Shipyard kapal lainnya.

Dijelaskannya, Batam setiap tahun selalu mendapat kiriman tumpahan minyak yang terjadi setiap musim angin utara. Minyak tersebut diduga berasal dari perairan internasional dari kapal pembawa crucude oil yang terbawa arus ke Batam. Kejadian tersebut menurutnya telah berlangsung dalam jangka lama.

“Pada kasus terjadi yang terakhir di Nongsa pada tanggal 8 Januari 2010 kemarin, kita mendapat laporan dari pos pengaduan melalui hotline 0778-7500060. Kita mendapat laporan tumpahan minyak, lalu kita cek dan selama dua hari kita lakukan survey memetakan berapa luas yang terkontaminasi. Selanjutnya kita lakukan tindakan penanggulangan. Sampai saat ini yang sudah terkumpul disana lebih kurang 30 ton yang kita masukkan dalam mini bag dan kita prediksikan masih terkumpul sekitar 23 ton lagi terdapat di pantai,” terang Saprial.

Masalah limbah yang terjadi di Batam juga bisa dikategorikan sebagai permasalahan nasional, karena berkaitan dengan lintas batas antar negara.

“Permasalahan nasional ya iya. Karena menyangkut lintas batas antar dua negara. Sehingga masalah ini tidak hanya ditangani daerah tapi juga pusat. Dan sebetulnya Bapedalda sudah berkoordinasi dengan Kepala Pelabuhan dan sedang dikoordinasikan dengan Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) agar kejadian ini bisa ditanggulangani,” katanya.

Mencegah terjadinya limpahan limbah tersebut setiap tahunnya, Bapedalda Batam telah mempersiapkan langkah-langkah strategis guna mengantisipasi tumpahan minyak di laut. Langkah strategis tersebut sesuai dengan amanah Presiden No 109 Tahun 2006 bahwa dibentuk tim yang menangani limpahan minyak di laut. Selain itu Bapedalda juga berkoordinasi dengan Bakorkamla untuk melakukan tindakan-tindakan yang mengarah mencari pelaku tumpahan minyak.

“Bapedalda sudah berkoordinasi dengan Bakorkamla untuk melakukan tindakan yang mengarah mencari pelakunya. Kita juga minta Bakorkamla supaya langkah-langkah akan datang apa yang dilakukan, karena menyangkut lintas negara. Kita juga telah mengirim surat ke Deputi V Kementerian Lingkungan Hidup Bidang Penegakkan Hidup supaya berkoordinasi ke instansi lainnnya, agar dilakukan tindakan-tindakan yang sepenuhnya,” tegasnya.

Sementara Sofyan dari Bidang Kesehatan Lingkungan Hidup Rumah Sakit Awal Bros mengatakan, dampak lingkungan dari perairan Nongsa yang semestinya dilakukan adalah memeriksa limbah tersebut untuk diketahui kandungannya. Setelah diketahui, kemudian disurvei ke masyarakat untuk mengetahui penyakit yang diderita masyarakat.

“Setelah diketahui penyakitnya kemudian diambil datanya di puskesmas. Ternyata kalau penyakitnya gatal-gatal yang termasuk 10 penyakit terbesar. Berarti penyakit ini ada sebelum limbah ada. Seandainya komplain akibat limbah, jika ternyata limbah tersebut mengandung sejenis arsen atau logam berat lainnya, kuat dugaan apakah karena limbah ini mengakibatkan bertambah gatal atau tidak ada hubungannya,” katanya.

Menurutnya, dampak limbah tersebut bagi masyarakat tidak bisa diketahui dalam waktu dekat karena baru diketahui sekian tahun datang terutama bagi kesehatan masyarakat. Dampak yang diketahui yakni dari sisi perairan misalnya terhadap jenis mangrove dan nipah. Limbah ini dapat diketahui efeknya jika matinya tumbuhan-tumbuhan sekitar termasuk berkurangnya ikan-ikan.

“Yang biasanya jika minyak terkandung logam berat, mungkin ikan-ikan memakannya setelah masyarakat mengkonsumsinya maka akan berefek pada mereka seperti pada bayi akan menyebabkan bayi idiot atau menyebabkan gangguan perkembangan tubuh. Kalau misalnya mengandung krom maka akan berdampak pada infeksi di saluran pernafasan. Juga berdampak pada penyakit gatal-gatal di kulit. Kalau terkandung logam berat juga bisa menyebabkan darah kotor,” katanya.

Untuk itu, Sofyan mengatakan semestinya data kondisi kesehatan masyarakat secara mendetail harus ada di Puskemas. Data tersebut nantinya bisa digunakan untuk diketahui penyakitnya guna mendeteksi dan mencegahnya terlebih awal.

“Jika ada rekaman medis kita bisa mengetahuinya untuk mencegahnya. Kalau ada hubungannya berarti kuat dugaan, tapi belum dipastikan terjadinya limbah beracun. Istilahnya data masyarakat semestinya perlu ditingkatkan,” tambahnya.

Menanggapi pencemaran limbah berbahaya ini, Riginoto mengatakan Batam berada di posisi yang sulit karena berada di daerah pelayaran internasional. Meski demikian diharapkan adanya upaya pencegahan, agar tidak terjadi resiko yang membahayakan bagi masyarakat.

“Masalah ini sering terjadi mengapa tidak pernah diantisipasi. Sebab ini mungkin kita tahu mengapa mesti terjadi. Sistem informasi ini harus yang darurat begitu terjadi langsung dari penduduk memberitahukannya kepada RT/RW sampai ke Kecamatan. Masalahnya sekarang siapa yang bertanggung jawab harus jelas dan dia harus melakukannya,” katanya.

Menurut Riginoto yang dibutuhkan saat ini adalah tim gerak cepat langsung menangani kejadian tersebut, hingga tidak melebar ke dampak-dampak berikutnya yang sudah sulit untuk ditangani lebih lanjut.

“Cuman sejauh mana gerak cepat tim ini. Langsung bergerak kesana. Langsung menangani. Kalau minyak ini sudah terdampar ya sudah susah ditangani,” tegas Riginoto.

Dikatakannya kewaspadaan masyarakat yang ditinggal pesisir, diharapakan perlu meningkatkan sensitifitasnya dengan segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwenang. Kewaspadaan ini perlu dilakukan mulai dari tingkat RT/RW, Kelurahan sampai ke Kecamatan.

“Jika sudah terjadi keadaannya semakin rumit. Jangan-jangan penduduk kita terkena dampak-dampak kesehatan bahkan kebakaran. Karena itu mohon kerjasamanya jangan dibiarkan walaupun tidak tahu, kita curiga segeralah memberi laporan supaya informasi segera bisa disampaikan,” pungkasnya.(as)

26 Januari 2010 Posted by | Hot Isue | Tinggalkan sebuah Komentar

Gus Dur In Memoriam : Sang Pembela Etnis Tionghoa

Hot Isue edisi Sabtu (9/01) bertemakan “Mengenang Gus Dur : Sang Pembela Etnis Tionghoa.” Hadir pada talkhshow kali ini Alfian Jaenal, Manajer Redaksi Harian Tribun Batam, Suwarno Liang Sekretaris Majelis Agama Budha Theravada dan Riginoto Wijaya, M.sc, komentator tetap Radio Erabaru.
Tema tersebut diangkat berkaitan dengan wafatnya Gus Dur Rabu (30/12/2009) pukul 18.45 di RSCM Jakarta.

Menurut Alfian, Gus Dur seorang negarawan yang dihormati pemimpin di seluruh negara. Tatanan kelembagaan negara selama kepemimpinannya di rubah, dengan alasan agar tidak memperumit segala sesuatu sampai istilah Gus Dur “ gitu aja repot ” dikenal masyarakat luas.

Selain itu, Gus Dur juga merupakan karakter orang yang tidak memiliki musuh atau tidak menjadikan permusuhan itu beban dalam pikirannya. Seperti saat kepemimpinannya di goyang dan begitu banyak orang yang membelanya, pada saat itu gus dur hanya mengeluarkan statement yang mengatakan dirinya tidak menginginkan permusuhan diselesaikan dengan perang.

“Gus Dur tidak hanya pantas diberikan gelar pahlawan tapi Gus Dur juga layak diberi gelar nobel perdamaian. Dia juga sering berpikir tentang masa lalu ya sudah, tidak sama dengan kita yang hanya selalu berpikir tentang masa lalu, sehingga kita tidak produktif. Meskipun ada orang mengatakan sejarah adalah masa depan tetapi itu betul-betul sejarah yang bisa ditawarkan untuk masa depan. Selain itu Gus Dur juga telah menjadi masa lalu dan identitas bangsa yang tidak akan pernah hilang,” kata Alfian.

Suwarno dari Majelis Agama Budha Theravada mengatakan, Gus Dur mempunyai perhatian untuk memberikan kebebasan dengan tidak memandang pada satu suku atau agama. Dia memberikan kebebasan tersebut seperti perayaan imlek menjadi kebebasan kebersamaan.

“Gus Dur melihat orang Tionghoa dari bagian warga negara Indonesia. Yang bisa memperkaya budaya, Gus Dur melihat potensi ini. Hingga jangan sampai budaya itu hilang yang telah menjadi bagian dari budaya nusantara,” ujarnya.

Menurut Suwarno, meskipun Gus Dur telah mendahului kader dari bangsa ini, yang bisa dikenang saat ini adalah kebajikan Gus Dur yang telah ia lakukan yakni memperlakukan sama semua warga negara. Hal ini semestinya dimulai dari diri sendiri dari hal-hal kecil dengan memperlakukan sama semua orang dilingkungan masing-masing.

Sementara itu Riginoto mengatakan Gus Dur dikenal sebagai bapak pluralisme, yang telah ia tunjukkan sikapnya saat menjadi Presiden. Sikapnya itu adalah mempertahankan universalisme dengan memperlakukan sama setiap warga negara.

“Gus Dur juga berani membicarakan masalah integritas pribadi. Seperti dalam rangka meningkatkan efesiensi kepemerintahannya. Yang semestinya bukan tugas pemerintah harus ditiadakan. Seperti penutupan Departemen Sosial dan Penerangan. Misalnya Departemen Penerangan yang sebelumnya digunakan demi kepentingan penguasa. Itu tidak mudah dilakukan orang yang tidak memiliki integritas,” ujarnya.

Riginoto berharap generasi-generasi muda Indonesia saat ini menjadi penerus Gus Dur yang mampu menyelesaikan permasalahan poltik dan Ekonomi Indonesia. Dibandingkan pemimpinan yang ada sekarang, sikap mereka jauh dari yang ditunjukkan Gus Dur selama masa hayatnya.(as)

13 Januari 2010 Posted by | Hot Isue | Tinggalkan sebuah Komentar

Wacana Batam Menjadi Provinsi

Program hot isue edisi Sabtu (26/12) pukul 11.00-12.00 Wib mengangkat isu tentang “Wacana Pembentukan Provinsi Batam” terkait pernyataan Walikota Batam Drs. Ahmad Dahlan yang mewacanakan Provinsi Batam. Hadir sebagai narasumber Riginoto Wijaya, Pengamat ekonomi Batam dan Zul Efendi, Pimred Harian Sijori Mandiri.

Menurut Riginoto, pengalaman pemekaran daerah yang terjadi di Indonesia tidak semuanya menunjukkan hasil positif. Meskipun demikian ketika Batam memiliki peluang (menjadi Provinsi, red), wacana tersebut bukan mustahil untuk direalisasikan.

Dijelaskannya, situasi yang tidak kondusif di Batam terhadap pembangunan mesti ditemukan solusi untuk mengubahnya. Namun demikian, solusi dari permasalahan tersebut tidak semudah yang diperkirakan sebelumnya.

Konflik yang berkepanjangan antara pemko Batam dan Otorita Batam dinilai membuat masyarakat kebingungan terkait jalur birokrasi di Batam. Diantaranya keputusan pajak papan reklame, tanah dan sebagainya.

“Itu menimbulkan image dalam masyarakat bahwa tidak ada integritas didalam pemerintahan kita. Adanya dualisme yang kuat antara otorita Batam dan Pemko Batam. Ini menunjukkan adanya permainan kepemimpinan menjadi rancu. Yaitu tidak dengan tujuan bagaimana mengatur membangun Batam, malahan mengatur membagi kekuasaan. Terkait dengan wacana pembentukan provinsi Batam, permasalahan utama seperti yang terjadi di Provinsi Kepri saat ini yang susah di bangun adalah sumber daya manusia itu sendiri,” ujar Riginoto.

Menurut Riginoto jika perbandingannya karena Batam dianggap sebagai kembaran Singapura, kembaran tersebut diharapkan tidak hanya dinilai dengan posisi yang saling berdekatan atau sesama pulau. Meski demikian sumber daya alam Batam dianggap sama dengan keadaan di Singapura, tapi Singapura memiliki produk domestik bruto (PDB) yang mencapai $ US 20.000 pertahun sedangkan Indonesia hanya $ US 1.000 pertahun.

“Kita akui Batam dan Singapura memiliki kondisi yang mirip yaitu tidak memiliki sumber daya alam. Misalnya Singapura yang tidak memiliki sumber daya alam tapi hebatnya Singapura bisa mengekspor minyak. Tapi apa yang mau digali di Batam, meskipun hampir sama dengan Singapura sama-sama tidak memiliki sumber daya alam. Tapi Singapura lebih maju karena mereka memfokuskan kepada pembangunan sumber daya manusianya,” katanya.

Sementara Pimred Harian Sijori Mandiri Zul Efendi mengatakan, yang perlu diketahui adalah esensi dari wacana pemekaran Provinsi Batam yang dilontarkan Walikota Batam Drs. Ahmad Dahlan. Jika hanya sebatas wacana, tentu tidak ada yang keliru. Persoalannya adalah wacana itu apakah dinilai tepat dilontarkan atau diwacanakan.

“Alasan wacana tersebut dianggap tidak tepat, jikalau dirunut dari kasus pemekaran sejak dulu sampai sekarang. Esensi pemekaran itu adalah sejauhmana menumbuhkan kesejahteraan bagi sebuah wilayah. Sebetulnya banyak hal yang perlu dilakukan Pemko Batam dalam konteks persoalan yang terjadi sekarang,” katanya.

Menurut Zul Efendi pemekaran-pemekaran yang terjadi diberbagai daerah disebabkan mereka merasa terabaikan dari aspek pembangunan. Lain halnya dengan Batam, secara pertumbuhan nasional lebih tinggi dari Indonesia secara keseluruhan. Jika hanya persoalan untuk meningkatkan pertumbuhan pembangunan, solusinya tidak hanya melalui pemekaran wilayah.

“Batam sebetulnya mempunyai potensi yang luar biasa. Memiliki ratusan pulau dan potensi SDM yang heterogen. Selain diperlukan sistem yang baik, Batam memerlukan kepemimpinan yang kuat, Inovatif, mau bekerja sungguh-sungguh dan tidak korup,” ujar Zul Efendi.

Dia mencontohkan, saat ini diperlukan pimpinan daerah yang mampu menumbuhkan iklim investasi yang kondusif. Meskipun status FTZ yang tidak kunjung efektif, diperlukan keberanian dan kreatifitas pimpinan daerah untuk menerobos pengembangan Batam.

Zul Efendi menambahkan, era otonomi saat ini lebih menekankan Kota dan Kabupaten untuk mengembangkan ekonomi dan pembangunan. Otonomi Daerah saat ini Provinsi sama sekali tidak mempunyai hak penuh untuk mewujudkannya. Oleh karena itu, dibutuhkan kepemimpinan yang kuat untuk terus mendorong pengembangan kota Batam.

“Tapi kalau kondisi sekarang wacana itu dilontarkan justru menjadi bias. Sebetulnya banyak problem yang mesti diselesaikan. Bukannya tidak setuju dengan wacana tersebut, itu justru membuatnya menjadi kontraproduktif, contohnya banyak pihak yang tercurahkan untuk merespon wacana tersebut. Seperti bagaimana untuk mendorong efektifitas FTZ Batam,” pungkasnya. (as)

30 Desember 2009 Posted by | Hot Isue | Tinggalkan sebuah Komentar

Satu Truk Koin Buat Prita

Program hot isue edisi Sabtu (19/12) pukul 11.00-12.00 Wib mengangkat isu tentang ‘Satu Truk Koin Buat Prita’ menyangkut penggalangan dana untuk membantu membayar denda Rp. 204 juta kepada Rumah Sakit Omni Internasional yang dijatuhkan Pengadilan Tinggi Banten. Hadir sebagai narasumber Riginoto Wijaya, pengamat ekonomi
Batam.

Menurutnya kasus Prita merupakan kasus yang sangat fenomenal, seperti menangnya Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Pengumpulan koin buat Prita itu mencerminkan hukum yang selalu berpihak kepada pihak tertentu. Sedangkan hukuman hanya diterapkan kepada masyarakat kecil.

Ia menjelaskan koin buat Prita sebagai bentuk protes dari rakyat jelata. Dengan menggunakan uang koin ini membuat semua orang bisa menyatakan sikap untuk mendukung Prita. Pemberian dukungan itu merupakan pembelaan terhadap ketidakadilan.

“Dukungan itu merupakan kekuatan sosial yang diawali dengan hidupnya jejaringan sosial. Bahkan Obama menggunakannya untuk menjadi Presiden. Jejaring sosial itu telah menjadi kekuatan sosial yang merupakan respon riil apa yang dirasakan masyarakat dalam hati nurani mereka. Dan peluang mereka untuk menyampaikan pendapatnya, yang selama ini sulit diterima kecuali melalui jalur resmi, namun demikian jalur resmi juga susah di wujudkan,” jelasnya.

Mengenai pengumpulan koin yang awalnya hanya untuk mengungkapkan rasa ketidakadilan kemudian dimanfaatkan para politisi, mantan anggota DPRD Batam ini mengatakan masalah tersebut sudah biasa terjadi dalam ranah politik yang selalu memanfaatkan situasi demi kepentingan kelompoknya dan golongannya.

“Meski demikian rakyat kita sekarang sudah lebih melek dengan politik. Mereka lebih memahami situasi politik. Termasuk mereka yang terlibat dalam jejaringan sosial, mereka memahami campur tangan politik. Ini terus menjadi kesempatan mereka untuk bersikap. Sejauh mana hal itu digunakan hal-hal umum yang masih bisa ditoleransi, tapi ketika digunakan untuk politik rakyat jelas menolaknya,” kata Riginoto.

Selaku pakar marketing dia menambahkan jika berbicara tentang position marketing, mereka selalu berbicara tentang Bittle of Mind. Kasus Prita tidak hanya bermain dalam tatanan pengadilan tapi berperanan di otak masing-masing pelanggan atau publik yang ditargetkan pemasaran.

Menurutnya yang paling pertama ada di benak orang sangat sulit diubah. Ia mencontohkan kasus mobil Datsun di Amerika serikat yang dirubah menjadi Nissan, pabriknya mengeluarkan uang US $ 400 juta untuk merubah image mobil Datsun menjadi Nissan, namun saat di tanya ke masyarakat mereka tetap menyebutnya Datsun. Sama halnya dengan sepeda motor, apapun motornya orang tetap menyebutnya Honda.

Dia menjelaskan tindakan rumah sakit Omni telah melakukan tindakan yang membuat image tertentu bagi masyarakat, karena tindakan keliru dari rumah sakit itu sendiri. Rumah sakit Omni semestinya memanfaatkan situasi itu untuk marketing. Dalam dunia marketing, selaku management semestinya memikirkan permasalahan bermigrasinya pelanggan ke tempat lain. Management idealnya menindaklajuti tindakan agar tidak terjadinya migrasi pelanggan atau memikirkan menarik kembali pelanggan-pelanggan tersebut. (as)

21 Desember 2009 Posted by | Hot Isue | Tinggalkan sebuah Komentar

Pemberantasan Korupsi di Batam

Program hot isue edisi Sabtu (12/12) pukul 11.00-12.00 wib mengangkat isu tentang “Tidak Malukah Menjadi Negara Yang Terkorup?” terkait peringatan hari anti korupsi sedunia yang jatuh pada Rabu lalu (9/12). Hadir sebagai narasumber Mursal,SH Kepala Jaksa Tindak Pidana Khusus, Kejaksaan Negeri Batam dan Riginoto Wijaya, pengamat
ekonomi Batam.

Menurut Mursal, aksi demonstrasi anti korupsi yang di gelar di seluruh Indonesia dan di Batam mengingatkan masyarakat telah jenuh dengan praktek korupsi yang terjadi di Indonesia. Selain itu masyarakat juga berharap penegak hukum untuk bersama-sama dengan rakyat memberantas korupsi.

Kejaksaan Negeri Batam kini telah melakukan gebrakan-gebrakan untuk mengungkapkan praktek korupsi di Batam. Selain itu masyarakat Batam juga telah memberi dukungan penuh kepada kejaksaan negeri Batam untuk menangkap para koruptor.

“Dengan dukungan masyarakat luas, kita sudah satu tekad dengan kepimimpinan Kajari Tatang Sutarna yang baru menjabat tiga minggu akan menyelesaikan kasus-kasus, baik itu kasus lama maupun kasus yang diadukan masyarakat,”kata Mursal.

Ia menyebutkan pihaknya juga berkomitmen menghapus makelar kasus yang masih marak terjadi. Selain makelar kasus, Kejaksaan Negeri Batam saat ini sedang mengusut kasus korupsi tentang mobil pemadaman kebakaran yang saat ini sedang menunggu keterangan dari Ahli Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). Sesudah mendapat keterangan dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) kasus tersebut langsung di limpahkan ke Pengadilan.

Kejaksaan Negeri Batam juga sedang mengusut kasus penggelapan uang Airport Tax bandara Hang Nadim Batam, termasuk juga kasus Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Batam, Husnul Hafil yang mengatasnamakan Walikota Batam untuk meminta uang Rp 150 juta kepada Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Kehutanan (KP2K) Batam, Suhartini.

“Kami juga sedang mempelajari kasus-kasus yang lain. Kejaksaan juga menunggu laporan masyarakat, kalau memang ada laporan yang kalau memang bukti awalnya sudah cukup silahkan laporkan saja ke kita. Boleh melaporkan langsung ke saya selaku kepala jaksa tindak pidana Khusus atau langsung datang ke kejaksaan Negeri Batam,” katanya.

Sementara itu pengamat ekonomi Batam Riginoto Wijaya mengatakan kasus suap dan korupsi di Indonesia saat ini telah mendarah daging di Indonesia. Kasus ini ditemukan mulai pada level tertinggi hingga pada tingkat terendah di masyarakat.

“Dari pola berpikir dan perilaku-perilaku masyarakat kita sering terasa hal-hal seperti itu termasuk di dalam pemerintahan. Meski demikian, secara umum masyarakat saat ini sedang berproses menuju perbaikan dengan adanya KPK termasuk kasus antara buaya dan cicak yang turut meningkatkan aspirasi masyarakat tentang kepedulian menentang korupsi,”ujar Riginoto.

Meski demikian pemberantasan korupsi yang terjadi saat ini tidak hanya menjadi simbol. Oleh karena itu diharapkan sebuah sistem yang jelas untuk memainkan peranan pemberantasan korupsi.

“Pemberantasan korupsi tidak hanya menjadi slogan-slogan. Meski demikian pemberantasan korupsi tersebut kembali kepada pribadi masing-masing. Namun demikian pribadi yang tidak peduli ditambah dengan sistem sosial yang tidak mendukung hingga membuat permasalahan makin melebar. Saat ini bagaimana membuat sebuah sistem yang cukup kuat. Sistem itu nantinya memberikan dampak yang kuat untuk memberi efek guna menekan praktek korupsi,” harap Riginoto. (as)

13 Desember 2009 Posted by | Hot Isue | Tinggalkan sebuah Komentar

HIV Aids dan Pencegahannya

Hot Isue edisi Sabtu (5/12) bertemakan ‘Pencegahan Aids di Batam.’ Mawardi Badar, kepala Dinas kesehatan kota Batam, Eprisal ketua Batam Tourism and Development Board (BTDB) Batam, dan Riginoto Wijaya pengamat ekonomi dari Batam. Tema tersebut dingkat berkaitan dengan hari Aids Sedunia yang jatuh tiap 1 Desember.
Apalagi di Batam penyebaran sangat tinggi, seiring dengan wilayah yang strategis dan dikunjungi turis asing. Lebih ironis lagi penyakit HIV Aids ini telah merambah menjangkiti anak-anak dan kaum ibu.

Menurut Mawardi Badar, tercata hingga Juni 2009 ini ada sekitar 1212 penderita HIV, 389 penderita Aids dan 184 penderita telah meninggal. Mayoritas menyerang umur produktif sampai 70-80 %. Hal ini sangat membahayakan, karena generasi muda akan hancur. Tujuan penanggulangan untuk mencegah dan mengurangi penderita Aids.

Dinas Kesehatan kota Batam telah melakukan beragam kegiatan seperti pencegahan, pengobatan, dan berkoordinasi dengan pihak lain. Tindakan dilaksanakan oleh pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Setiap masyarakat dari latar ekonomi apapun berhak memeproleh informasi untuk pencegahan, perawatan, dukungan dan pengobatan.

“Kita punya sarana kesehatan, rumah sakit, puskesmas, klinik yang bisa memberikan informasi aids. Kegiatan penyuluhan, bisa melalui kelompok sekolah, masyarakat, media dan lain-lain,” kata Mawardi.

Eprisal dari BTDB menjelaskan bahwa pihaknya berperan lebih banyak ke populasi kunci atau orang yang terlibat langsung penderita HIV Aids seperti pekerja seks komersial (PSK) dan pelanggannya, dan pecandu narkoba.

“Kami menyebutnya komunikasi perubahan perilaku. Misalnya bagi yang suka ‘jajan’ awalnya jajan, diharapkan bisa berhenti ‘jajan.’ Kalau masih ‘jajan’ diharapkan mau memakai pengaman, katanya.

Menurut Eprisal, masalah di Batam, lebih ke tenaga penyuluh yang masih sangat terbatas. Padahal perubahan perilaku harus diberikan informasi terus menerus, pendekatan dalam bentuk penyuluhan dan kontak individu.

“Sekali sebulan kami berikan informasi. Kita mendampingi 4000 PSK, dan 20.000 pelanggan. Mereka harus tau apa itu HIV Aids, bagaimana penularan, pencegahan dan bagaimana yang harus dilakukan,” jelasnya.

Sementara itu Riginoto menekankan pentingnya kampanye anti diskriminasi. Bagaimana mereka dapat hidup di masyarakat dengan tanpa dipandang rendah.

“Memanusiakan manusia. Dari sekian ribu penderita apakah mereka sudah merasakan diterima di masyarakat, “ katanya.

Mawardi berpesan bahwa Hiv Aids tidak ada obatnya. Obat yang ada sekarang tidak mampu membunuh virus tapi hanya mencegah virus berkembang. Pencegahan bisa dilakukan dengan tidak melakukan hubungan seks di luar pernikahan. Setia pada pasangan. Gunakan kondom. Jangan menggunakan narkoba. Peralatan yang dipakai harus steril, seperti tindik telinga, dan pisau cukur. (rp)

6 Desember 2009 Posted by | Hot Isue | Tinggalkan sebuah Komentar

Kondisi Pelayaran di Kepri

Program hot isue edisi Sabtu (28/11) pukul 11.00-12.00 wib mengangkat isu tentang ‘Kondisi pelayaran di Kepri’ menyangkut tragedi kapal Dumai Express 10 yang tenggelam di Pulau Tokong Hiu, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Minggu (22/11) lalu. Hadir sebagai narasumber adalah Joko Siswanto kepala Badan Meteorologi Krimatologi Dan
Geofisika (BMKG) Kepri, dan Riginoto Wijaya, pengamat ekonomi.

Kapal naas tersebut tenggelam karena hantaman ombak yang muncul karena kondisi cuaca di Kepri yang labil, cepat berubah-ubah. Menurut Joko Siswanto, cuaca bulan November relatif buruk daripada bulan-bulan sebelumnya. Hal ini dikarenakan pada November memasuki Desember merupakan masa peralihan yang disebut musim kemarau menjadi musim hujan.

“Dulu, setiap Oktober banyak hujan. Namun untuk di kepri sangat spesifik dan unik, karena disamping hujan ada fenomena angin utara yang sangat signifikan. Sehingga para operator pelayaran banyak terkendala oleh feonomena itu. Dengan angin kencang itu memudahkan terjadinya gelombang. Inilah yang menggangu pelayaran,” jelas Joko.

Lebih lanjut Joko menjelaskan bahwa wilayah Kepri berada di posisi lintang kecil. Di dalam peta bumi termasuk wilayah yang sangat labil karena terjadi pembelokan- pembelokan arah angin. Kalau musim kemarau dominasi angin tenggara dibelokkan ke timur laut, membeloknya di daerah kepri. Kalau musim hujan, potensi tekanan di Asia kuat angin timur laut yang menuju ke Australia, di daerah kepri berbelok juga menjadi angin barat daya. Pada daerah-daerah belokan itulah memungkinkan terjadinya awan-awan yang kuat, labil membentuk awan-awan comulunimbus yang menjadi hujan. Angin inilah yang mengganggu gelombang disamping hujan.

“Pada waktu kejadian kapal Dumai Express tersebut, saat itu saya berangkat dari Tanjung Balai Karimun sekitar pukul 07.45 wib. Pukul 09.00 wib saya merapat ke Pelabuhan Sekupang, Batam. Kapal yang saya tumpangi MV Miko sempat bersimpangan dengan kapal Dumai Express 10. Kira-kira 15 menit kapal itu sudah berangkat. Dan cuaca bagus sekali, tidak ada tanda-tanda akan terjadi cuaca buruk. Dan ternyata cuacanya berubah dengan cepat, hingga terjadi kecelakaan itu,” kisah Joko.

Kecuali faktor cuaca, diduga kuat karena kapal tersebut tidak mampu berlayar di laut lepas, karena kapal terbuat dari bahan fiber, yang mestinya hanya diperbolehkan beroperasi menyusuri pulau. Menurut Riginoto sebagai pengamat ekonomi, jika kapal dibuat dari metal ataupun aluminium maka biayanya akan lebih mahal. Jika demikian mereka tidak bisa beroperasi. Maka akan mengganggu kegiatan ekonomi. Maka harus dicari solusi.

“Menurut saya kapal-kapal fiber harus dicek dulu. Sertifikasinya seperti apa? Harus ada uji kelayakan untuk kapal beroperasi. Bahkan dari aluminiumpun harus diuji juga. Solusinya apa? Jika mereka tidak bisa beroperasi maka ekonomi akan terhambat. Disisi lain jika tetap jalan maka keselamatan dipertaruhkan,” katanya.

Menutup acara, Joko Siswanto berpesan bahwa BMKG telah menyediakan informasi cuaca secara online di www.maritim.go.id yang berskala nasional. Di web tersebut dapat diakses informasi untuk melayani kebutuhan masyarakat di bidang keudaraan, kemaritiman, kegempaan, keklimatologian.

“Kami juga memberikan pelayanan untuk di Kepri. Yakni di www.bmgbatam.go.id anda bisa lihat disitu, perkiraan umum dari sini sampai Natuna. Kelautan ada, kebandaraan. Info tinggi gelombang, arah arus, angin. Semua bisa diakses secara free,” pungkasnya.(rp)

29 November 2009 Posted by | Hot Isue | Tinggalkan sebuah Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.